Pembunuhan PSK di Karawang Berawal dari Tissue Magic dan Obat Kuat

Peristiwa pembunuhan terjadi di Karawang Barat. Korban diketahui merupakan seorang perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan dibunuh pasangan kencan

Editor: Mona Kriesdinar
KOMPAS.com/FARIDA
Ridwan Solihin, pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan tewas dalam kamar Hotel Omega, Karawang, saat digiring polisi usai konferensi pers terkait kasus tersebut di Mapolres Karawang, Selasa (15/10/2019). 

Peristiwa pembunuhan terjadi di Karawang Barat, Jawa Barat. Korban diketahui merupakan seorang perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK), sementara pelaku adalah teman kencannya. Pelaku kesal karena korban menolak berhubungan badan lebih lama. Dari pemeriksaan diketahui bahwa pelaku sebelumnya mengonsumsi obat kuat dan tissue magic.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, korban berinisial O (28) dibunuh teman kencannya, Ridwan Solihin (28) di Hotel Omega Karawang, Jalan Ahmad Yani, Karangpawitan, Karawang Barat, Karawang, Jabar, pada Minggu (6/10/2019) dikutip dari Kompas.com.

Polisi menyebut tersangka mengkonsumsi obat kuat sebelum berhubungan badan dengan korban.

Apa sebenarnya yang terkandung dalam obat kuat dan tissue magic?

1. Obat Kuat

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr Tuko Srimulyo SpJP mengatakan, obat kuat umumnya berbahan dasar tanaman obat.

Namun perlu diingat, obat kuat ada yang boleh dikonsumsi dan ada yang tidak boleh dikonsumsi.

Janda Muda Dibunuh di Warung Kopinya karena Menolak Cinta Pemuda Pengangguran

Beberapa produk obat kuat yang telah melewati penelitian berstandar, memiliki efek kerja yang jelas.

"Namun ada juga yang tidak jelas cara kerjanya, sekedar kepercayaan turun temurun," kata Tuko dihubungi Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Tuko menjelaskan, seseorang yang memiliki penyakit jantung berisiko besar mengalami dampak buruk dari obat kuat.

Kronologi Penemuan Mayat Wanita Cantik Tanpa Pakaian di Kamar Hotel di Karawang

Obat kuat dapat memacu kinerja jantung dan melebarkan pembuluh darah, sehingga meningkatkan impuls listrik jantung.

"Mati karena obat kuat jarang terjadi, tapi bisa. Karena apa? Karena overdosis, atau karena pasien sudah memiliki sakit jantung," ujarnya.

Dikatakan Tuko, pasien penderita sakit jantung tetap bisa melakukan seks dengan aman dan memakai obat kuat dengan aman, selama sudah melakukan konsultasi dengan dokter jantung.

Sependapat dengan hal tersebut praktisi dan akademisi kesehatan, Dr Ari Fachrial Syam SpDd-KGEH, menyatakan bahwa perlu sekali pengguna obat kuat untuk melakukan cek isi obat kuat yang akan dikonsumsi.

Pembunuhan Mengerikan di Meksiko : 44 Mayat Dimutilasi Dibungkus Plastik Lalu Dimasukkan ke Sumur

"Kita musti cek isi obat kuat tersebut apa, bisa saja menjadi overdosis atau pasien sudah ada masalah dengan jantung dan meninggal karena mengosumsi obat kuat tersebut," tutur Ari kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Obat kuat atau biasa disebut viagara atau sidenafil, menurut Ari merupakan obat yang banyak digunakan untuk pasien dengan disfungsi ereksi.

"Harus hati-hati pada pasien dengan sakit jantung atau liver, riwayat stroke atau serangan jantung atau juga pasien yang mempunyai tekanan darah rendah," tukas Ari.

2. Tissue Magic

Tissue magic merupakan obat kuat yang dapat membuat penis ereksi lebih lama, bentuknya mirip tisu basah.

Dilansir dari Hello Sehat, cara penggunaan tisu magic sama seperti menggunakan tisu pada umumnya.

Bedanya, tisu magic diusapkan pada batang penis ereksi secara merata kemudian didiamkan selama 10-15 menit.

Sebelum memulai penetrasi, disarankan untuk mencuci penis dengan air hangat. Satu lembar tisu magic hanya digunakan untuk satu kali pemakaian.

Tisu magic mengandung sejumlah bahan kimia aktif seperti alkohol, Benzalkonium Chloride, Triclosan, Cocamidoprpyl Betain, PEG-78, Glyceryl Cocoate, parfum, dan ekstrak lidah buaya.

Alkohol dalam tisu magic sebenarnya dimaksudkan untuk membunuh kuman dan bakteri.

Namun, The Material Data Safety Sheet dilansir Live Strong menyebutkan bahwa alkohol berada di peringkat teratas untuk mengiritasi kulit.

Iritasi kulit ditandai dengan kulit kering, kulit mengelupas, dan gangguan pada proses regenerasi kulit sehat.

Benzocaine yang terkandung dalam Magic Tissue membantu ereksi yang lebih lama dan menunda ejakulasi dini datang.

Benzocaine merupakan bius lokal yang memblokir sensasi rangsangan yang diterima kulit.

Dengan kata lain, membuat kulit menjadi mati rasa untuk sementara. Sensasi indera sentuhan penting untuk kita, karena rasa tidak nyaman, sakit, atau kewalahan akibat overstimulasi merupakan cara tubuh memperingatkan Anda untuk berhenti di saat merasakan ancaman.

Dilansir dari The Star, Kepala deputi divisi Layanan Farmasi dari Kementerian Kesehatan Malaysia, Mazlan Ismail, menyatakan bahwa kandungan benzocaine dalam tisu magic dapat merusak saraf dan jaringan mukosa, juga membunuh sperma.

Selain itu, tisu magic juga mengandung gliserin, alias alkohol gula.

Kadar gliserin tinggi dalam pelumas seks bukanlah pertanda baik.

Gliserin dapat meningkatkan koloni jamur candida yang bisa meningkatkan risiko infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kencing pada wanita yang rentan terhadap penyakit ini.

Namun demikian, tidak ada yang benar-benar yakin tentang dosis tepat dari bahan-bahan aktif yang terkandung dalam tisu ini agar bisa dianggap tidak aman bagi kesehatan.

Masih minim bukti-bukti ilmiah yang tersedia seputar efek samping penggunaan Magic Tissue. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved