Lima Prodi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Raih Akreditasi A
Lima Progam Studi (Prodi) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil mendapatkan akreditasi A.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Tahun ini, lima Progam Studi (Prodi) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil mendapatkan akreditasi A.
Kelima Prodi tersebut yakni Program Studi Magister Ilmu Hubungan Internasional dan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional yang mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT 2019 serta Program Studi Pendidikan dan Profesi Dokter Gigi, Program Studi Pendidikan dan Profesi Dokter, dan Program Studi Pendidikan dan Profesi Keperawatan yang mendapatkan akreditasi A dari LAM-PTKes 2019.
Suranto, Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMY menjelaskan, hasil yang diperoleh ini merupakan target UMY untuk meningkatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang telah direncanakan hingga tahun 2022.
Menurutnya, tahun ini ada beberapa prodi yang awalnya mendapatkan akreditasi B menjadi akreditasi A.
“Ada peningkatan beberapa prodi, seperti Magister Ilmu Hubungan Internasional (MIHI) mendapatkan skor 366, Pendidikan Dokter mendapatkan skor 364, dan Profesi Dokter Gigi mendapatkan skor 367. Selain itu, ada juga yang masih bertahan mendapatkan akreditasi A, yaitu Program Studi Pendidikan dan Profesi Keperawatan dengan skor 372 pada segi pendidikan keperawatan dan 373 pada segi profesi keperawatan,” ungkapnya.
Suranto menjelaskan pada 2022 mendatang, UMY menargetkan 24 program studi dari 41 program studi di UMY memiliki akreditasi A.
Menurutnya, peningkatan jumlah program studi di UMY agar terakreditasi A menjadikan syarat agar AIPT di UMY menjadi unggul.
Oleh karenanya, BPM UMY diamanahkan untuk melakukan pencapaian akreditasi minimal separuh dari keseluruhan program studi yang ada di UMY.
"Oleh sebab itu, BPM menyusun strategi rancangan melalui pemetaan prodi dalam pembinaan akreditasi dan juga membuat daftar prodi dengan akreditasi yang akan berakhir dan bertahan, yang kemudian nantinya akan didampingi sebelum upload ke BAN-PT dan LAM-PTKes dengan mencapai target skor minimal 361,” katanya.
Sementara itu, Ketua Prodi MIHI UMY, Doktor Surwandono, beberapa saat lalu menjelaskan jika pencapaian yang didapatkan oleh jurusannya tidak terlepas dari kurikulum pembelajaran yang telah dibentuk.
Surwandono mengatakan, output dari mahasiswa yang mengambil Prodi MIHI mencapai 80% yang menjadi akademisi di berbagai PTS maupun PTN.
"Tekad kami bisa mencetak para lulusan dapat menjadi peneliti, dosen, dan praktisi. Pada 2021 hingga 2026 mendatang, prodi MIHI akan mulai melebarkan sayap ke kawasan Asia Tenggara. Tujuannya untuk menambah jumlah mahasiswa asing," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masjid-kh-ahmad-dahlan-umy-gelar-kuliah-ramadan-dan-kajian-berbuka-usai-tarawih_20180517_144206.jpg)