Memahami Apa Beda Deodoran dan Antiperspiran, Benarkah Menyebabkan Kanker Payudara?
Beberapa dari kita mungkin menganggap antiperspiran sama dengan deodoran, padahal keduanya memiliki dua fungsi dan risiko yang berbeda.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Antiperspiran dan deodoran memiliki cara kerja yang berbeda, meski sama-sama digunakan untuk mengatasi bau badan.
Antiperspiran bertujuan untuk mengurangi keringat, sementara deodoran meningkatkan keasaman kulit untuk menyamarkan bau keringat di ketiak.
Tribunjogja.com melansir dari laman Healthline.com, Rabu (16/10/2019), Food and Drug Administration (FDA), Badan Pengawas Obat Amerika Serikat mengklasifikasikan deodoran sebagai kosmetik, produk yang bertujuan untuk kecantikan.
Sedangkan antiperspiran dikategorikan sebagai obat, produk yang bertujuan untuk perawatan atau mencegah penyakit.
Deodoran
Deodoran diformulasikan untuk menghilangkan bau ketiak dan biasanya mengandung alkohol. Dengan mengaplikasikan deodoran, kulit akan menjadi asam, sehingga menjadi tidak menarik untuk bakteri yang mungkin bisa menimbulkan bau ketiak.
Antiperspiran
Antiperspiran mengandung bahan aktif termasuk senyawa berbasis aluminium, yang berguna untuk memblokir pori-pori keringat.
Tujuannya untuk menghalangi pori-pori keringat menghasilkan keringat berlebih.
Walaupun cara kerjanya berbeda, keduanya memiliki manfaat yang sama untuk tubuh, yaitu:
Melembabkan
Keringat merupakan bagian sari sistem tubuh untuk melepaskan panas berlebih. Sebagian orang ingin mengurangi keringat karena terkadang menempel di pakaian dan juga menyebabkan bau badan.
Meski begitu, pengguna juga tidak ingin kulit ketiak mereka menjadi kering dan bisa menimbulkan iritasi. Maka, antiperspiran dan deodoran kini juga dilengkapi pelembab.
Mengharumkan
Keringat tidak memiliki bau kuat, yang menjadikannya berbau tidak sedap adalah karena adanya bakteri di sekitarnya. Ketiak yang hangat dan lembab adalah lingkungan ideal untuk bakteri berkembang.
Maka untuk menyamarkan bau keringat, deodoran dan antiperspiran juga diformulakan dengan parfum.
Antiperspiran dan risiko kanker payudara?
Beberapa artikel menyebutkan jika antiperspiran berpotensi menimbulkan risiko kanker payudara, benarkah?
American Cancer Society menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara kanker dan kandungan aluminium dalam antiperspiran.
Penelitian di tahun 2002, melibatkan 793 wanita tanpa riwayat kanker payudara dan 813 wanita dengan kanker payudara menunjukkan jika tidak ada peningkatan laju kanker payudara pada mereka yang menggunakan deodoran dan antiperspiran di area ketiak.
( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/beda-guna-dan-risiko-antiperspiran-dan-deodoran.jpg)