Sleman
Fenomena Crosshijaber yang Meresahkan Perempuan
Tak sedikit pria yang berperilaku seperti ini, bahkan crosshijaber sempat mempunyai komunitas di sosial media, seperti Facebook, instagram dan Twitter
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belakangan di sosial media menyebar fenomena crosshijaber.
Fenomena ini berupa laki-laki yang mengenakan hijab layaknya perempuan.
Tak sedikit pria yang berperilaku seperti ini, bahkan crosshijaber sempat mempunyai komunitas di sosial media, seperti Facebook, instagram dan Twitter.
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Sunyoto Usman mengatakan crosshijaber bisa dikatakan sebagai penyimpangan sosial.
Hal itu dikarenakan bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku umum di masyarakat.
• Fenomena Crosshijaber Viral di Medsos, Polres Kebumen Pantau Sejumlah Masjid
Ia juga menduga, kebanyakan dari para crosshijaber merupakan orang-orang yang sedang mencari sensasi yang berbeda.
Mereka adalah yang jenuh dengan suasana lingkungan dan mencari suasana yang abru.
"Pemerintah harus hadir menyikapi fenomena itu. Harus ada pembinaan supaya tidak jadi kebiasaan dan dianggap kebenaran. Pemerintah juga harus mengontrol media sosial yang mereka pakai bangun relasi-relasi crosshijaber," ujarnya.
Sementara itu, fenomena crosshijaber juga sudah menjadi perhatian dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag).
Mereka mewaspadai munculnya pria-pria yang mengenakan pakaian hijab perempuan.
Bahkan ada pula yang lengkap menggunakan cadar.
"Ini fenomena baru. Jadi kami kaji, motivasinya apa, latar belakangnya apa, siapa yang lakukan itu," jelas Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa'ban Nuroni.
• Jogja Cross Culture Libatkan Seniman dan Budayawan Hingga Warga Kampung
"Jelas hukumnya itu sudah masuk pada penipuan identitas. Itu ada motivasi yang perlu dikaji," imbuhnya.
Menurutnya, crosshijaber meresahkan perempuan. Ia membeberkan para crosshijaber ini terkadang masuk ke kamar mandi perempuan di masjid.
Dan hal ini patut diwaspadai.
Lebih lanjut, sebagai bentuk antisipasi fenomena ini, pihaknya akan mengumpulkan penyuluh dan takmir masjid di tiap kecamatan.
"Kami antisipasi dan memberi informasi pada seluruh takmir mesjid," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fenomena-crosshijaber-viral-di-medsos-polres-kebumen-pantau-sejumlah-masjid.jpg)