DIY Raih Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Tertinggi se-Indonesia
Kemenaker memberikan penghargaan kepada DIY sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) tertinggi se-Indonesia.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) memberikan penghargaan kepada Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) tertinggi se-Indonesia.
Namun, DIY masih memiliki tenaga kerja dengan jenjang pendidikan rendah.
“Indeks berdasarkan Urusan Ketenagakerjaan Kategori Sedang dengan nilai DIY 70,80. Secara nasional nilai yang diperoleh DIY merupakan satu-satunya yang berada di atas angka 70,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan DIY, dr Andung Prihadi Santoso, kemarin.
• Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menaker RI, Muhammad Hanif Dhakiri kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, pada acara Penghargaan Indeks Ketenagakerjaan tahun 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/10/2019).
Pada acara penghargaan tersebut, selain dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenaker RI juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Utara, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Sumatera Utara, Kadisnaker Provinsi se-Indonesia dan jajarannya, federasi pengusaha, serta tamu undangan.
Andung menjelaskan, DIY mendapatkan tiga jenis penghargaan.
Penghargaan yang pertama adalah IPK terbaik pada Indikator Pelatihan dan Kompetensi Kerja dengan nilai indeks 13,20; kemudian, IPK terbaik pada Indikator Perencanaan Tenaga Kerja dengan nilai indeks 9,67 dan Indeks berdasarkan Urusan Ketenagakerjaan Kategori Sedang dengan nilai DIY 70,80.
“Penghargaan ini patut kita syukuri, namun yang perlu diingat adalah ini bukan tujuan kita. Ini adalah motivasi untuk kita bisa menjadi lebih, dan lebih baik baik lagi,” jelas Andung.
• 50 Kasus Kebakaran Telah Terjadi di Kota Yogyakarta
Jenjang Pendidikan Rendah
Adapun, pihaknya sedang berusaha keras untuk bisa mengatasi masalah-masalah ketenagakerjaan ini.
Dia menjelaskan, urusan ketenagakerjaan di DIY bukan berarti tanpa kendala.
Pada era Industri 4.0. ini, DIY masih memiliki tenaga kerja dengan jenjang pendidikan rendah.
Meskipun DIY masih memiliki tenaga kerja dengan jenjang pendidikan rendah, namun mereka tetap mampu bersaing melalui keterampilan.
Dengan demikian, masalah pengangguran akan teratasi.
“Dengan penghargaan ini kami makin tercambuk untuk menyelesaikan kendala yang ada di DIY. Kami sangat membutuhkan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk sama-sama mengurai kendala yang ada. Mari kita libatkan semua pihak untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” papar Andung. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diy-raih-indeks-pembangunan-ketenagakerjaan-tertinggi-se-indonesia.jpg)