Kota Yogya

Antisipasi Kebakaran, Pemkot Yogya Akan Pasang Hidran Kampung di 9 Lokasi

Pemasangan hidran di kampung padat penduduk menjadi satu dari beberapa solusi menekan kebakaran yang terjadi di Kota Yogyakarta.

Antisipasi Kebakaran, Pemkot Yogya Akan Pasang Hidran Kampung di 9 Lokasi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa peristiwa kebakaran di Kota Yogyakarta membuat Pemerintah Kota Yogyakarta membuat langkah strategis.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa pemasangan hidran di kampung padat penduduk menjadi satu dari beberapa solusi.

Meski demikian, perlu ada pemetaan tersendiri.

Tahun ini, kata dia, ada sembilan lokasi yang akan dipasangi hidran kampung.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Lokasi yang dipilih pun telah melalui kajian terlebih dahulu.

"Hingga Desember akhir, ada sembilan lokasi yang terpasang hidran kampung. Pemilihan lokasi berdasarkan peta rawan kebakaran, padat penduduk,dan sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran," katanya singkat beberapa waktu lalu.

Pentingnya hydran juga disampaikan oleh Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Mahargyo.

Ia mengatakan keberadaan hidran dapat menjadi solusi saat terjadi kebakaran, sebab petugas pemadam kebakaran bisa menyalurkan melalui hidran tersebut, jika mobil pemadam tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran.

Sudah Ada 50 Kasus Kebakaran di Yogyakarta, Baca Beritanya!

Sejauh ini, kampung padat penduduk menjadi masalah tersendiri dalam proses evakuasi.

Namun karena anggaran sangat besar, tidak mungkin seluruh kampung dipasangi hidran.

"Inginnya ya semua kampung punya hidran. Tetapi tidak bisa langsung semua, setiap tahun paling cuma berapa. Hidran itu penting, terutama di kampug padat penduduk," katanya.

Untuk menghindari kebakaran, ia mengimbau masyarakat untuk memastikan alat elektronik tidak menyala, jika tidak digunakan lebih baik kabel dicabut, pastikan kompor mati sebelum meninggalkan rumah.

"Kejadian beberapa kali kondisi dalam rumah kosong, Kami harus membongkar atap saat evakuasi. Masyarakat harus teliti, kabeljika sudah tidak layak juga harus diganti, karena itu juga menyebabkan konslet," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved