Gunungkidul

Dispar Gunungkidul Optimis Capai Target PAD

Memasuki bulan Oktober, PAD Gunungkidul ini baru mencapai 62,5 persen dari target yang ditentukan.

Dispar Gunungkidul Optimis Capai Target PAD
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata tetap optimis mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) walaupun memasuki bulan Oktober ini baru mencapai 62,5 persen dari target yang ditentukan.

Sekretaris Dispar Gunungkidul, Harry sukmono mengatakan, target yang ditentukan untuk pendapatan dari sektor pariwisata mencapai Rp 27,8 milliar.

"Untuk target kunjungan sebanyak 3.773.512 saat ini sudah terealisasi 2.312.425 orang, untuk data pendapatan di-update setiap harinya," katanya, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, masih ada liburan akhir tahun yang diharapkan meningkatkan pendapatan sektor pariwisata.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan evaluasi dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja.

"Satu di antara upaya kami adalah membuka destinasi wisata baru," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, sektor pantai masih menjadi andalan pariwisata Gunungkidul yang kunjungannya mencapai 90 persen.

"Semua potensi kami maksimalkan termasuk wisata minat khusus seperti Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk, Gunung Api Purba Nglanggeran, Puncak 4G, Green Village, Embung Batara Sriten. Kami optimis dapat mencapai target," ucapnya.

Asti menuturkan wisata pantai seperti Baron dan Indrayanti masih banyak dikunjungi wisatawan.

Gunungkidul Jadi Kabupaten Pertama di DIY yang Terapkan Google for Education di Sekolah

Ia mengakui ada penurunan wisatawan seperti di Goa Pindul.

"Kami selalu promosikan temoat-temoat wisata selain pantai agar kunjugan wisata dapat merata ke seluruh Gunungkidul," imbuh Asti.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho menyarankan pemerintah untuk selalu berinovasi dalam dunia pariwisata.

"Mengingat pada tahunlalu PAD pariwisata tidak tercapai. Dari target kunjungan sebanyak 3,5 juta pengunjung hanya terpenuhi 3,04 juta pengunjung. Berdampak terhadap pendapatan daerah karena dari target Rp 28 miliar hanya diraih sebesar Rp 24,2 miliar," tutup Heri Nugroho. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved