9 Atlet Kota Yogya Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Eksepsi Tergugat

Sidang sembilan atlet Kota Yogyakarta yang dinyatakan tak lolos verifikasi Porda 2019 berlanjut di PN Yogyakarta, Kamis (3/10/2019).

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Kuasa hukum 9 atlet Kota Yogya, Bastari Ilyas, saat memberi keterangan kepada media di PN Yogyakarta, Kamis (26/9/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sidang sembilan atlet Kota Yogyakarta yang dinyatakan tak lolos verifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Kamis (3/10/2019).

Mereka pun meminta, agar majelis menolak seluruh eksepsi tergugat. 

Kesembilan atlet tersebut adalah Bagus Tri Atmodjo, Feby Widianto, serta Okta Berti Hardianti (sepakbola), lalu Gabriel Titto Batistuta (sepatu roda), Mochammad Zamroni, Rori Adiyanto (Judo) Vito Wardana, Krisna Harimuti (renang) dan Rahma Annisa (atletik). 

Kuasa hukum sembilan atlet, Bastari Ilyas pun mengatakan bahwa ada hal-hal yang menjadi inti dan disampaikan oleh pihaknya dalam proses persidangan ini.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Pertama, terkait eksepsi yang disebutkan tergugat, bahwa PN dinilai tidak berhak untuk mengadili perkara ini.

"Pihak tergugat dalam eksepsinya hanya mengutip ayat 1 dan 2 pasal 88 UU Keolahragaan Nasional ya. Padahal, di ayat 3, justru disebutkan kemungkinan untuk dibawa ke pengadilan," katanya.

Ia pun berujar, UU No. 30 tahun 1999 menjelaskan, penyelesaian melalui arbitrase, adalah penyelesaian sengketa perdata yang berdasarkan perjanjian tertulis di antara dua pihak, dimana masing-masing terlebih dulu mengadakan perjanjian arbitrase sebelumnya.

"Atas UU tersebut, maka sengketa dalam perkara ini tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase, karena tak ada perjanjian tertulis lebih dulu ya, antara penggugat dan tergugat," terangnya.

Terkait eksepsi tergugat yang menilai gugatan para atlet ini salah alamat, Bastari pun meyakini, bahwa hal tersebut tidaklah benar.

KONI DIY Nilai Polemik 9 Atlet Kota Yogya Masuk Ranah Arbritase, Penggugat Akan Jawab Semua Eksepsi

Sebab, pihaknya melayangkan gugatan kepada KONI DIY karena mereka menerbitkan SK Nomor 15 tahun 2019, mengenai mutasi atlet. 

"Ya, berdasarkan uraian tersebut, maka kami menolak eksepsi tergugat, yang menyatakan gugatan kami salah alamat," tegasnya.

Menanggapi replik yang disampaikan oleh penggugat, majelis hakim yang dipimpin Asep Permana, memberi waktu kepada tergugat, sekaligus turut tergugat untuk menyusun jawaban atau duplik.

Ia berujar, persidangan akan berlanjut pada Kamis (3/10/2019) mendatang.

"Kami berikan waktu bagi tergugat, untuk memberikan jawaban satu minggu lagi. Kamis depan sidang akan kembali digelar," cetusnya, sembari menutup jalannya proses persidangan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved