Manfaat Kartu Tani, Akses Pupuk Subsidi Hingga Media Menabung Bagi Petani

Kartu cukup digesekkan ke mesin Electronic Data Capture (EDC) saat akan membeli pupuk subsidi.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kantor Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para petani di Sleman berkesempatan untuk mendapatkan Kartu Tani dan menikmati fasilitas yang menyertainya. Kartu Tani sendiri merupakan program baru dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan Kartu Tani memiliki manfaat yang berdampak positif bagi petani.

"Salah satunya adalah mereka bisa mendapatkan akses eksklusif pupuk bersubsidi," jelas Rofiq di Kantor DP3 Sleman, Selasa (01/09/2019).

Cara menggunakannya pun mudah. Kartu cukup digesekkan ke mesin Electronic Data Capture (EDC) saat akan membeli pupuk subsidi.

Mesin EDC sendiri saat ini sudah ditempatkan ke sekitar 40 kios bahan pertanian.

Kasi Produksi Tanaman Pangan DP3 Sleman Sumarno menjelaskan setiap tahunnya ada sebanyak 10,042 ton pupuk subsidi yang disediakan setiap tahunnya.

Harganya pun lebih murah dibanding yang non subsidi, namun dengan kualitas setara. Harga per kilogramnya sendiri mencapai Rp1,800,00.

"Non subsidi harganya bisa mencapai Rp 200 ribu per sak, sedangkan yang subsidi hanya Rp 90 ribu per sak," jelas Sumarno.

Selain bisa mendapatkan pupuk subsidi, Rofiq mengatakan Kartu Tani bisa digunakan oleh petani untuk menabung hasil pendapatannya.

Menurutnya, Kartu Tani bisa menjadi media edukasi manajemen keuangan bagi para petani.

"Jadi Kartu Tani berfungsi layaknya ATM, namun tanpa bunga karena sudah di-cover oleh CSR bank pendamping," jelas Rofiq.

Meskipun demikian, saat ini Kartu Tani belum bisa digunakan. Sebab ada perubahan teknis yang terjadi dari Kementan RI. Salah satunya penggantian bank pendamping program.

Padahal, saat ini mesin EDC milik Bank BRI yang menjadi pendamping sebelumnya masih berada di kios-kios bahan pertanian.

"Apakah nantinya mesin tersebut akan ditarik kembali atau tidak, masih menunggu keputusan pusat," jelas Rofiq.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved