Polda DIY Janji Tak Akan Lakukan Tindakan Represif saat Mengamankan Aksi Unjuk Rasa

Sesuai instruksi Kapolri, pihak kepolisian tidak akan melakukan tindakan represif ke peserta unjuk rasa.

Dok.Istimewa
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, saat memberikan arahan ke personel kepolisian 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, turut merasa prihatin atas peristiwa kekerasan yang menimpa jurnalis saat aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Ia pun berharap peristiwa serupa tidak terjadi di wilayah DIY.

Sebagai bentuk antisipasi agar peristiwa itu tidak terjadi di Yogyakarta, Kabid Humas yang kerap disapa Pak Yuli tersebut memberikan arahan kepada anggota Polri Polda DIY yang melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa di Yogyakarta.

"Saya berikan arahan kepada petugas yang melaksanakan pengamanan di lapangan, untuk mengedepankan sikap humanis kepada siapa saja, tidak hanya kepada peserta aksi, namun juga kepada para jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya," ujarnya, Senin (30/9/2019).

Ia pun meminta jurnalis dalam meliput kegiatan unjuk rasa selalu berhati hati, dan membawa atau menunjukan identitasnya sebagai jurnalis.

Dengan demikian hal itu mudah dilihat atau dikenali oleh aparat keamanan.

Selain itu, Kabid Humas juga berkoordinasi dengan para pimpinan redaksi untuk membekali para jurnalisnya dengan identitas yang mudah terlihat dan dikenali oleh petugas di lapangan.

"Kita akan berkoordinasi dengan para pimpian media untuk membekali para jurnalisnya dengan identitas yang mudah terlihat, seperti rompi dengan tulisan Pers yang besar," tambahnya.

Sebelumnya Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan bahwa sesuai instruksi Kapolri, pihak kepolisian tidak akan melakukan tindakan represif ke peserta unjuk rasa.

"Kita jauhi represif. Pimpinan polri tidak menginginkan adanya represif. Jangankan menggunakan peluru tajam, bahkan peluru karet juga tidak," ujarnya.

Kapolda DIY justru mengapresiasi upaya mahasiswa yang turun untuk menyampaikan aspirasinya, selama kegiatan dilakukan dengan cara yang benar.

"Saya tidak perlu obral umbar janji, seperti yang di Gejayan kemarin (23/9), tak ada anggota yang menyentuh mahasiswa dan ini komitmen kita, selama kegiatan dilaksanakan dengan cara berbudaya," ungkapnya.

"Kita fasilitasi, akomodasi sepanjang dilakukan dengan cara yang baik, rasional dan bisa diajak dialog," imbuhnya. (*)

Penulis: Santo Ari
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved