Gunungkidul

Kisah Desa Penari Tayub di Gunungkidul, Terancam Punah Karena Tak Ada Lagi Generasi Penerus

Kisah Desa Penari Tayub di Gunungkidul, Terancam Punah Karena Tak Ada Lagi Generasi Penerus

Kisah Desa Penari Tayub di Gunungkidul, Terancam Punah Karena Tak Ada Lagi Generasi Penerus
Tribun Jogja/Wisang Seto Pangaribowo
Mbah Gunem menunjukan piagam penghargaan dari Bupati Gunungkidul sebagai pelestari kesenian tayub 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dusun Badongan, Desa Karangsari, Kecamatan Semin merupakan wilayah yang terletak di utara Kabupaten Gununugkidul.

Dulunya desa tersebut dikenal sebagai pusat penari Tayub di Gunungkidul.

Namun kini, julukan sebagai pusat penari Tayub tersebut mulai luntur, bahkan terancam hilang.

Jika dulunya Desa ini memiliki puluhan penari tayub, kini hanya tersisa tiga orang saja.

Tiga orang penari tayub inipun sudah memasuki usia senja.

Sementara generasi muda tak ada yang menekuni profesi sebagai penari tayub.

Salah satu penari tayub yang hingga kini masih konsisten menekuni profesinya adalah Mbah Gunem.

Cerita Lengkap KKN di Desa Penari Resmi Naik Cetak dan Bakal Segera Ada di Toko Buku

Hingga saat ini dia masih aktif menari Tayub ke berbagai daerah. Dari sekitaran Gunungkidul hingga luar Gunungkidul seperti ke Purworejo dan Wonosobo.

Mbah Gunem lahir dari keluarga kurang mampu.

Profesi sebagai penari tayub ditekuni oleh Mbah Gunem berawal saat dia duduk di kelas 4 sekolah dasar.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved