Yogyakarta

Masyarakat Bisa Saling Menegur Pembuang Sampah Sembarangan di Malioboro

Kepala Dinas Pariwisata DIY ajak masyarakat bisa saling sapa aruh atau memberikan nasehat kepada siapapun yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Masyarakat Bisa Saling Menegur Pembuang Sampah Sembarangan di Malioboro
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Wisatawan menikmati Malioboro saat uji coba full pedestrian, Selasa (27/8/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA- Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan, kebersihan di Malioboro itu merupakan kultur budaya yang harus dijaga.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat bisa saling sapa aruh atau memberikan nasehat kepada siapapun yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

"Budaya bersih ini harus benar-benar melekat pada masyarakat. Masyarakat, baik wisatawan, PKL atau warga Yogya bisa saling sapa aruh jika ada yang membuang sampah sembarangan, ditegur baik-baik, " ujar Singgih.

Dia mengatakan, pihaknya tak henti-hentinya menyosialisasikan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan.

Bahkan, ada aksi nyata untuk memberi contoh mengenai membuang sampah di Malioboro.

Paguyuban Malioboro Akan Luncurkan Maskot Jaka Lisa

"Ada banyak cara-cara bijak, misalnya model Inem itu bagus sebagai agen budaya tidak hanya masyarakat menjaga budaya bersih tetapi juga malu kalau membuang sampah tidak pada tempatnya, " katanya.

Dia juga menyebut, beberapa kerusakan infrastruktur seperti bolard atau kran berubah fungsi sebagai tempat puntung rokok pun harus diberi edukasi.

Hal ini bisa dengan menegur atau jika ada yang melihat bisa memfoto dan memviralkan.

"Bukan tujuan untuk membully, tapi mengajak supaya tertib, " tegasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved