Kulon Progo

Kawasan Kumuh di Kulon Progo Semakin Berkurang

Team Leader OSP Program Kotaku, Muh Imam Santoso menyebut pada 2019 ini Kulon Progo tidak mendapat jatah progrma Kotaku melainkan Kota Yogya dan Slema

Kawasan Kumuh di Kulon Progo Semakin Berkurang
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Luasan kawasan kumuh di Kulon Progo diklaim sudah menurun drastis dalam tiga tahun terakhir.

Penanganan kawasan kumuh dilakukan secara sistematis melalui beberapa program.

Asisten Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kulon Progo, Sodikin mengatakan hingga 2019 ini luasan kawasan kumuh terdata 135 hektare.

Angka ini terbilang sudah jauh menurun dibanding tiga tahun lalu yang mencapai luasan 297,72 hektare.

Gelar Merti Dusun Plugon, Warga Kulon Progo Berharap Tuah dari Sumur Tua

Adapun program Kotaku di Kulon Progo mencakup wilayah Desa Giripeni dan Kelurahan Wates yang berada dalam cakupan administratif Kecamatan Wates.

Pada 2016, total luasan kawasan kumuh di kedua wilayah itu mencapai 51,31 hektare dan kini telah berkurang menjadi 31,52 hektare.

"Kawasan kumuh di luar dua wilayah itu seluas 242 hektare di delapan desa,"jelas Sodikin, Rabu (18/9/2019).

Beberapa indikator sebuah kawasan disebut kumuh antara lain menyangkut penataan permukiman, akses sanitasi, air minum, rawan kebakaran, dan sampah.

Melalui program Kotaku lewat pendanaan APBD Kulon Progo maupun APBN, dibuat program penanggulangan kawasan kumuh dengan menyertakan tiga indikator.

Yakni, pencegahan dengan pengawasan dan pengendalian serta peberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas dengan pemugaran, peremajaan, dan pemukiman kembali, serta pengelolaan yang meliputi pemeliharaan serta perbaikan.

"Selain itu, ada program kolaborasi pemerintah kabupaten dengan pusat, provinsi, kecamatan, akademisi, dan masyarakat,"kata Sodikin.

Gua Kiskendo Kulonprogo Ungkap Misteri Pertempuran Subali-Sugriwa vs Mahesa-Lembu Sura

Team Leader OSP Program Kotaku, Muh Imam Santoso menyebut pada 2019 ini Kulon Progo tidak mendapat jatah progrma Kotaku melainkan Kota Yogya dan Sleman.

Padahal, Kulon Progo termasuk kawasan strategis nasional sehingga pihaknya bersama perguruan tinggi dan LSM melakukan berbagai perencanaan, khususnya menyatukan visi misi semua pihak untuk menangani kawasan kumuh yang ada.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan Pemkab menginginkan wilayahnya terbebas dari imej kawasan kumuh dan optimistis bisa mencapainya dalam 2-3 tahun ke depan jika melihat tren penurunan yang signifikan. Ia berharap semua pihak bisa berperan aktif dalam penanggulangan kawasan kumuh tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved