Kulon Progo

Pendapatan Retribusi Tambang Masih Jauh dari Target

Pencapaian pendapatan hingga AGustus 2019 ini baru sekitar Rp7,09 miliar atau 48,5 persen dari target Rp14,6 miliar.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pendapatan retribusi dari mineral bukan logam dan batuan (MBLB) yang diraup Pemerintah Kabupaten Kulon Progo maish belum memenuhi target.

Pencapaian pendapatan hingga AGustus 2019 ini baru sekitar Rp7,09 miliar atau 48,5 persen dari target Rp14,6 miliar.

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo dalam hal ini mengaku tak mudah untuk mencapai target pendapatan.

Ada beberapa kendala yang dihadapi di antaranya tren penurunan produksi pertambangan di lapangan.

 • Dua Anggota Pawaslu di Kulon Progo yang Meninggal Dunia Tak Dapat Santunan, Ini Penyebabnya

Hingga saat ini setidaknya ada 19 perusahaan pertambangan yang menutup operasionalnya sementara waktu karena masa berlaku izinnya sudah habis.

Selain itu, pasokan material tambang ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) juga semakin menurun seiring hampir rampungnya pembangunan.

"Produksi tambang dari perusahaan penambangan jadi menurun karena di bandara mengurangi pasokannya. Ini berbeda dengan amsa awal pembangunan di mana banyak sekali yang menyetor material ke sana,"kata Kepala Bidang Pajak, BKAD Kulon Progo, Nasip, Senin (16/9/2019).

Pada rekapan data pendapatan MBLB sepanjang Januari-Agustus 2019, penurunan itu menurutnya sangat telrihat.

Pada Januari retribusi MBLB mampu mencapai Rp1,2 miliar karena saat itu pembangunan bandara sedang masif.

Namun, angka ini perlahan menurun pada bulan-bulan berikutnya hingga level RP400 juta di Agustus.

Kebijakan penaarikan pajak dengan jemput bola ke lokasi pertambangan menurutnya tak berdampak signifikan.

Meski diupayakan terkejar, kondisi di lapangant ak begitu menggembirakan lantaran tren penurunan produksi.

"kalau begini terus, ada kemungkinan targetya tidak akan tercapai,"kata Nasip.

Pemkab Kulon Progo Geber Program Cetak Sawah Baru, Tambah 40 Hektare Sawah di 3 Kecamatan

Kegagalan mencapai target pendapatan retribusi MBLB pernah terjadi pada 2018 lalu bahkan memaksa Pemkab mengurangi targetnya.

Saat itu, pendapatan ditarget Rp16 miliar lalu diturunkan menjadi Rp12 miliar namun hingga akhir tahun pendapatan yang bisa dihimpun hanya Rp10,4 miliar.

Anggota DPRD Kulon Progo, Hamam Cahyadi menyebut potensi pendapatan dari sektor MBLB ini bisa lebih besar dari target yang ditetapkan.

Ia mendorong eksekutif untuk bekerja lebih serius dalam menghimpun pendapatan tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved