Pendidikan

Tolak Pelemahan KPK, Sivitas UGM Sampaikan 4 Tuntutan

Civitas UGM mulai dari akademisi, aktivis, dosen, hingga mahasiswa menyatakan menolak pelemahan terhadap KPK.

Tolak Pelemahan KPK, Sivitas UGM Sampaikan 4 Tuntutan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Akademisi, dosen, hingga mahasiswa UGM menggaungkan Tolak Pelemahan KPK di Balairung UGM pada Minggu (15/09/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Civitas UGM mulai dari akademisi, aktivis, dosen, hingga mahasiswa menyatakan menolak pelemahan terhadap KPK.

Sikap tersebut merespon polemik yang terjadi terhadap lembaga tersebut.

Mewakili rekan-rekan civitas, Guru Besar UGM Prof. Koentjoro menyampaikan empat tuntutan pada DPR dan pemerintah pusat.

"Pertama, kami minta menghentikan segala tindakan pelemahan terhadap KPK. Kedua, menghentikan pembahasan RUU KPK," kata Koentjoro saat ditemui Tribunjogja.com di Balairung Gedung Pusat UGM, Minggu (15/09/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Menurut Koentjoro, prosedur dan substansi RUU KPK terkesan dipaksakan, sehingga berpotensi meruntuhkan sendi-sendi demokrasi dan berpengaruh pada sektor lainnya.

Ia pun meminta pasal-pasal anti-korupsi dipisahkan dari revisi UU KUHP, termasuk revisi UU Tipikor untuk mengakomodasi rekomendasi UNCAC.

Lebih lanjut, Koentjoro mengatakan situasi saat ini menandakan bahwa saat ini bangsa telah bergeser dari amanah reformasi dan konstitusi.

Saut Situmorang Persilahkan Jika Capim KPK Baru Segera Dilantik

"Tuntutan ini harus dilaksanakan dengan segera secara efektif dan dalam tempo sesingkat-singkatnya," tegasnya.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) UGM Dr Fahmy Radhi mengatakan KPK merupakan satu-satunya lembaga yang bisa dipercaya untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Menurutnya, polemik yang terjadi saat ini merupakan langkah kontradiktif dengan tujuan KPK.

"Jangan sampai lembaga ini hilang, apalagi KPK paling berhasil membasmi korupsi," kata Fahmy.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved