Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul Terus Tekan Angka Pernikahan Usia Dini

Pada tahun 2013 sebanyak sembilan kasus, di tahun 2014 ada enam kasus, tahun 2015 sebanyak dua kasus, dan tahun 2016 tidak ada kasus.

Pemkab Gunungkidul Terus Tekan Angka Pernikahan Usia Dini
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya untuk menekan angka pernikahan dini satu diantaranya adalah dengan gerakan Ayo Tunda Usia Menikah Cegah Stunting atau singkatan Ayunda Si Menik Sego Seceting yang digagas oleh UPT Puskesmas Gedangsari II.

Koordinator UPT Puskesmas Gedangsari II, drg Dyah Mayun Haranti mengatakan, pada tahun 2013 silam tercatat ada sebanyak sembilan pernikahan usia dini di Kecamatan Gedangsari dan persalinan remaja sebanyak 20 kasus.

"Kehamilan remaja di bawah 20 tahun adalah satu di antara faktor penyebab stunting. Tercatat, Kecamatan Gedangsari menjadi penyumbang angka stunting tertinggi di Kabupaten Gunungkidul, di mana tahun 2017 mencapai angka 37,41 persen, (standar WHO kurang dari 20 persen)," katanya.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Ia menjelaskan, inovasi ini telah membuahkan hasil dimana ada penurunan angka pernikahan dini yang signifikan.

Pada tahun 2013 sebanyak sembilan kasus, di tahun 2014 ada enam kasus, tahun 2015 sebanyak dua kasus, dan tahun 2016 tidak ada kasus.

"Inovasi Ayunda Si Menik dilanjutkan dengan inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Seceting, yakni Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Semangat Gotong Royong Cegah Stunting. Inovasi lanjutan ini diharapkan bisa menampung keterlibatan semua unsur untuk mendukung upaya mencegah stunting dan menyiapkan generasi yang berkualitas. Hasil dari upaya yang dilakukan terjadi penurunan angka stunting menjadi 21,3 persen di tahun 2018Inovasi ini masuk dalam Top 99 dan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019," ucapnya.

Pasca Video Viral Murid Bawa Arit, Wabup Gunungkidul : Sekolah Jangan Terlalu Mudah Beri Sanksi

Bupati Gunungkidul, Badingah mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terus berupaya untuk menekan angka pernikahan dini sekaligus juga menekan angka stunting di Kabupaten Gunungkidul.

"Program Ayunda Si Menik Sego Seceting, Ayunda Si Menik Makan Sego Seceting merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dipelopori UPT Puskesmas Gedangsari II bekerja sama dengan lintas sektor seperti KUA, Sekolah, MUI, hingga Polek dan Koramil. Melalui kampanye, penyuluhan, dan layanan konsultasi. Selain itu juga dilakukan penandatanganan komitmen dukungan berbagai pihak dalam menekan angka pernikahan usia anak yang mana akibat dari pernikahan usia anak tersebut berpotensi dapat menyebabkan anak yang dilahirkan mengalami stunting," pungkasnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved