Gunungkidul

Pasca Video Viral Murid Bawa Arit, Wabup Gunungkidul : Sekolah Jangan Terlalu Mudah Beri Sanksi

Menurutnya, situasi apapun seharusnya digunakan untuk memberikan pembelajaran secara maksimal kepada peserta didik.

Pasca Video Viral Murid Bawa Arit, Wabup Gunungkidul : Sekolah Jangan Terlalu Mudah Beri Sanksi
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Viralnya seorang murid SMP di Gunungkidul yang membawa senjata tajam ke sekolah lantaran gawai miliknya disita, mendapatkan perhatian dari Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Menurut Immawan, sekolah jangan terlalu mudah untuk memberikan sanksi kepada peserta didiknya.

Situasi apapun seharusnya digunakan untuk memberikan pembelajaran secara maksimal kepada peserta didik.

"Membuat aturan seharusnya membawa lebih ke ranah edukasi. Misalnya ada sebuah aturan jika dilanggar langsung mendapatkan sanksi, jangan terlalu cepat memberikan sanksi tetapi harus ada proses-proses edukasi," jelasnya pada Tribunjogja.com.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Sanksi yang baik dalam pendidikan adalah sanksi yang memberikan peluang bagi seseorang untuk membenahi diri," imbuh Immawan.

Lanjut Immawan sekolah juga memberikan sosialisasi kepada siswanya terkait dengan bahaya menggunakan gawai secara berlebihan.

Menurutnya ada dua efek buruk bisa dialami oleh anak dari kecanduan menggunakan gawai.

"Pertama adalah dampak fisik, Handphone (HP) itukan memancarkan radiasi pada layarnya jika terlalu sering menggunakan tentu yang pertama kali rusak adalah mata," katanya, Minggu (15/9/2019).

Viral Siswa SMP di Gunungkidul Ancam Guru dengan Arit, Ini Faktanya

Lanjut Immawan dampak buruk kedua dari terlalu sering menggunakan gawai adalah seseorang akan menjadi sulit untuk berkonsentrasi, padahal pada masa remaja sangat dibutuhkan kemampuan konsentrasi.

"Apalagi masa remaja yang harus bisa berkonsentrasi dengan baik dan fokus dalam urusan pribadi dari mulai urusan-urusan sekolah hingga di rumah," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan tidak hanya untuk yang bersangkutan saja tetapi bagi seluruh sekolah.

"Kami menjamin tidak ada diskriminasi terhadap siswa tersebut, kami akan berusaha sekuat tenaga agar ia dapat bersekolah seperti biasanya," pungkasnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved