JNE Dorong Pengrajin Batik di Pekalongan Go Online
Gelaran workshop yang digelar oleh salah satu perusahaan ekspedisi nasional, JNE telah sampai di Pekalongan belum lama ini.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran workshop yang digelar oleh salah satu perusahaan ekspedisi nasional, JNE telah sampai di Pekalongan belum lama ini.
Mengambil lokasi di Ballroom Dafam Hotel Pekalongan, sekira 50 peserta yang rata-rata merupakan pelaku UMKM ini mendapatkan pelatihan bertajuk 'Jualan Online Bareng JNE Pekalongan'.
Mereka dimentori oleh seorang praktisi digital yaitu Farid Hasan Fuad.
Dalam kesempatan ini, peserta dilatih untuk memaksimalkan platfom jualan secara online, yakni dengan optimasi SEO (Search Engine Optimization).
Tujuannya untuk meningkatkan peringkat pencarian website melalui google atau search engine pages.
• Guardian Tampil Baru, Luncurkan Program Guardian Gorgeous New Look
Selain itu, 50 peserta UMKM yang sebagian besar adalah pengrajin batik, juga dibekali mengenai strategi berjualan melalui online marketplace maupun sosial media.
Tak hanya cara pemasaran saja, peserta juga dibekali edukasi tentang layanan produk ekspedisi JNE serta teknik packaging yang baik oleh Christian Widi dari JNE Semarang.
Pimpinan Cabang JNE Pekalongan, Retno Sri Mulatsih mengatakan JNE akan terus berupaya mempelajari kebutuhan UMKM di Pekalongan khususnya untuk meningkatkan daya saing dengan memberikan pelatihan-pelatihan semacam ini.
"Jika kali ini membahas tentang digital marketing, selanjutnya bisa tentang tata kelola keuangan atau yang lainnya. Kami upayakan agar kegiatan ini dapat digelar secara rutin, sehingga menjadi wadah edukasi bagi para UMKM," bebernya dalam keterangan tertulisnya.
• Viral, Andong Modifikasi Unik Menggunakan Kuda Tiruan
Dalam acara tersebut turut hadir pula, Ketua Kadin Pekalongan, Nanggolo Mulyo Waniaji, Sekretaris Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Pekalongan, Setyo Susilo serta Pimpinan Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam.
Ketua Kadin Pekalongan, Nanggolo Mulyo Waniaji, menyambut baik adanya pelatihan tersebut. Menurutnya potensi Pekalongan yang dikenal sebagai Kota Batik harus perlu didorong oleh berbagai stakeholder untuk memajukan perekonomian masyarakatnya.
"Potensi ini harus dimaksimalkan sehingga lebih dikenal oleh seluruh nusantara bahkan mancanegara," jelasnya.
Tak ketinggalan, Sekretaris Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Pekalongan, Setyo Susilo turut menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh JNE Pekalongan ini. Pihaknya berharap pelaku UMKM di Pekalongan mampu go internasional.
• Akankah EXO Merilis Album Natal di Tahun Ini?
"Harapannya para pengusaha kecil maupun menengah di Pekalongan akan semakin mendunia dengan ilmu digital marketing," tuturnya.
Sejalan, Pimpinan Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam yang turut hadir, mengapresiasi program JNE Pekalongan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dicontoh dan dilaksanakan di beberapa cabang lainnya.
"Kedepannya, diharapkan kegiatan ini dapat diadakan secara rutin tidak hanya di Pekalongan saja, namun juga di 18 cabang lainnya di bawah manajemen JNE Semarang," imbuh Wahyu.(Tribunjogja I Wahyu Setiawan Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jne-dorong-pengrajin-batik-di-pekalongan-go-online.jpg)