Gunungkidul

Keraton Yogyakarta Persilahkan Sultan Ground untuk Pariwisata Gunungkidul, Tetapi Ada Syaratnya

Masyarakat Gunungkidul dipersilakan memanfaatkan Sultan Ground (SG) untuk kegiatan pariwisata namun syarat-syarat harus diurus dahulu.

Keraton Yogyakarta Persilahkan Sultan Ground untuk Pariwisata Gunungkidul, Tetapi Ada Syaratnya
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penghageng Tepas Panitikismo Kraton Yogyakarta KGPH Hadiwinoto persilahkan masyarakat Gunungkidul untuk memanfaatkan Sultan Ground (SG) untuk kegiatan pariwisata di kabupaten Gunungkidul namun syarat-syarat seperti pengurusan surat-surat harus diurus oleh masyarakat.

"Tentu saja boleh untuk dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat akan tetapi jangan lupa untuk mengurus layange (suratnya)," ucapnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan penyaluran air bersih di Gunungkidul, Rabu (11/9/2019).

Pihaknya saat ini tengah melakukan inventaris terhadap SG dan sudah ada 2.500 SG yang sudah bersertifikat.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Pihaknya menargetkan tahun depan inventaris sudah selesai dilakukan.

"Proses sertidikasi SG ini untuk kejelasan terkait dengan bidang tanah upaya tertib administrasi dalam agrarian," ujarnya.

Sedangkan dasar yang dijadikan sebagai pelaksanaan mengacu pada Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta (Perdais) No 1 Tahun 2017, dan Perdais No 2 Tahun 2017.

Tidak hanya dua perda ini terdapat aturan turunan yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No.33/2017 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten; Pergub DIY No.34/2017 tentang Pemanfaatan Tanah Desa; serta Pergub DIY No.49/2018 tentang Prosedur Permohonan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Kadipaten.

Intip Upacara Adat Pemindahan Situs Watu Temanten di Gunungkidul

Terpisah, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Winaryo mengatakan, sejak diberlakukan undang-undang keistimewaan pelaksanaan sertifikasi SG merupakan kegiatan rutin dan sudah dimulai sejak 2014 hingga saat ini.

"Pemkab Gunungkidul hingga sekarang sudah mensertifikasi SG sebantak 1.550 bidang dengan luasan bidang yang berbeda-beda. Luasan bidang SG yang tersertifikasi akan terus bertambah karena program masih berlangsung hingga saat ini," katanya pada Tribunjogja.com.

Pihaknya pada tahun ini menargetkan sertifikasi tanah SG sebanyak 785 bidang, pihaknya akan menggandeng BPN dan pemerintah desa. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved