Sleman

Besok Siang, Pawai Budaya Buka Festival Garis Imajiner

Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara menyampaikan Pawai Budaya akan menjadi pembuka Festival Garis Imaginer 2019 pada Jumat (13/09/2019) besok.

Besok Siang, Pawai Budaya Buka Festival Garis Imajiner
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara (kanan) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kebudayaan (Disbud) SLEMAN akan kembali menggelar Festival Garis Imaginer 2019.

Event Tradisi tersebut akan diselenggarakan pada 13-15 September 2019.

Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara menyampaikan Pawai Budaya akan menjadi pembuka Festival Garis Imaginer 2019 pada Jumat (13/09/2019) besok.

Membaca Makna Garis Imajiner Merapi, Keraton Yogyakarta Hingga Laut Kidul

"Pawai kami gelar mulai dari Lapangan Bundar Purwobinangun Pakem hingga di Tri Panunggal Rasa Pulowatu," kata Aji saat ditemui di Kantor Disbud Sleman, Kamis (12/09/2019) siang.

Aji mengatakan ada 1,315 penari yang akan membentuk formasi tampilan 17-86-1,212 dalam pawai tersebut.

Kontingen dari seluruh kabupaten/kota DIY hingga Wonosobo dan Probolinggo pun turut menjadi peserta.

Festival Garis Imaginer yang diselenggarakan sejak 2017 silam ini bertujuan mengingatkan tentang garis filosofi Merapi-Keraton-Pantai Selatan yang sudah menjadi dasar tradisi warga DIY.

Garis filosofi ini juga menjadi simbol adat masyarakat DIY yang harus mengedepankan harmonisasi nilai-nilai religius, budaya, hingga lingkungan.

"Sebagai daerah yang dilintasi garis ini, Sleman berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya sesuai nilai-nilai tradisional," jelas Aji.

Festival Sumbu Imajiner 2017 Kenalkan Lagi Budaya Kepada Generasi Muda

Festival yang dipusatkan di Museum Gunungapi Merapi (MGM) ini pun akan diramaikan pula oleh Festival Jathilan, Pentas Seni Unggulan, hingga Pasar Tiban.

Tahun ini, Festival Garis Imaginer membawa tema "Mataram Dulu, Kini dan yang Akan Datang".

"Kegiatan ini didukung oleh Pemda DIY dengan kucuran dana sebesar Rp 800 juta dari Dana Keistimewaan (Danais)," ungkap Aji.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved