Anak-anak Papua Cerita Tentang Pengalaman Sekolah di Jogja dan Berbaur dengan Warga
Defila, yang berasal dari Manokwari menceritakan bahwa seleksi tersebut sampai ke tingkat pusat.
TRIBUNJOGJA.COM - Enam anak dari Papua ini sedang menempuh pendidikan di SMK Putra Tama, Bantul.
Mereka berenam adalah anak-anak yang telah melalui proses seleksi untuk bisa dikirim sekolah di Jogja.
Defila, yang berasal dari Manokwari menceritakan bahwa seleksi tersebut sampai ke tingkat pusat.
"Kami seleksi di daerah, kemudian di Jakarta, dan dikirimkan ke Jogja," jelasnya saat ditemui dalam kegiatan Bhakti Sosial yang digelar Polda DIY di Dusun Jetis, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Sabtu 7 September 2019.
Defila Ronsumbe adalah salah satu siswi asal Papua yang sudah tiga tahun di Jogja. Selain Defila, ada juga Rodina Mayor dan Patricia Sarakan yang dari Biak Numfor, ada Dewanda dari Wamena, Matilius Nami dari Boven Digul, dan Inda dari Jayapura.
Patricia menuturkan, bahwa suasana di Jogja itu bikin nyaman. Di sekolah tersebut, mereka bisa berinteraksi dengan siswa-siswa lain yang berasal dari daerah lain di Indonesia.
Defila yang sudah paling lama di Jogja, bahkan merasa bahwa di Jogja ini dia bisa belajar banyak hal.
Saat ditanya tentang jurusan yang mereka pilih, hampir semua menjawab Akuntansi dan Broadcasting. Patricia secara khusus mengatakan, bahwa dengan memilih broadcasting nantinya bisa ikut mengembangkan daerah asalnya.
"Karena di Papua masih sedikit yang punya kemampuan di bidang broadcasting," tuturnya.
Sementara Rodina yang baru dua bulan berada di Jogja merasakan bahwa di sekolahnya ini dia bisa belajar adat istiadat dari banyak daerah.
Bagi mereka, kesempatan belajar di Jogja adalah kesempatan berharga. Selain untuk menuntut ilmu dan keahlian, bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan teman-teman sekolah dari daerah lain semakin mengembangkan wawasannya tentang Indonesia.
Pagi itu, anak-anak Papua ini berbaur dengan warga di depan Masjid Al Mu'Minun Jetis, Sriharjo, Imogiri, Bantul.

Sejumlah Polisi dan relawan komunitas media sosial Jogja memenuhi lapangan depan masjid.
Kurang lebih jam 07.00 WIB, lapangan makin penuh dengan kehadiran Ibu-Ibu warga Jetis. Ada sekitar 50 ibu - ibu sepuh warga jetis yang hadir, Sabtu 7 September 2019.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, SIK, MSc. yang ditemui di sela kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ini sudah merupakan kegiatan rutin.
Kawasan Jetis ini menurutnya adalah salah satu kawasan binaan Polda DIY melalui blusukannya Bripka Nur Ali Suwandi.