Yogyakarta
BPDP Edukasi Sawit bagi Milenial di Yogyakarta
Kegiatan ini merupakan rangkaian untuk memberikan edukasi serta mendekatkan beragam olahan produk kelapa sawit kepada generasi muda milenial khususnya
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit menggelar acara Jogja Amazing Race Sawit Hunt 2019 di Benteng Vredeburg Yogyakarta, Sabtu (31/8/2019).
Kegiatan ini merupakan rangkaian untuk memberikan edukasi serta mendekatkan beragam olahan produk kelapa sawit kepada generasi muda milenial khususnya di Yogyakarta.
Yogyakarta dipilih menjadi lokasi ketiga setelah Jakarta dan Bogor karena dinilai memiliki potensi sumber daya manusia unggul yang bisa menjadi penerus sawit di Indonesia.
• Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet
Pembicara talkshow Tofan Mahdi sekaligus Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) menuturkan sejatinya manusia selama 24 jam tak bisa terlepas dari andil kelapa sawit.
Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, manusia berdampingan dengan sawit.
Olahan kelapa sawit tersebar ke dalam berbagai bentuk kebutuhan manusia, mulai sabun mandi, produk kecantikan hingga makanan.
"Kita sebagai masyarakat Indonesia harus berbangga diri dengan kekayaan sumber daya yang Indonesia miliki. Indonesia sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia harus menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia," bebernya saat ditemui di lokasi.
Mengutip data dari Oil World, pada 2017 Indonesia, kata Tofan, merupakan negara dengan penghasil minyak sawit terbesar dunia dengan angka 36.500.000 ton per tahunnya.
Angka ini hampir dua kali lipat produksi minyak sawit yang dihasilkan oleh Malaysia yang menjadi terbanyak kedua dengan produksi 18.860.000 ton minyak di tahun yang sama.
Berangkat dari kegiatan ini, pihaknya juga mendorong upaya stigma negatif yang masih melekat dengan sawit.
Padahal, kata Tofan, sawit merupakan produk nabati yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat bahkan Indonesia.
"Banyak sekali dampak positif yang dilahirkan dengan adanya sawit dan produk-produk olahannya. Mulai dari sumbangan kepada ekonomi Indonesia, yakni kontribusi kepada devisa sekitar US$20,54 miliar pada tahun 2018. Ada pula dampak penyerapan tenaga kerja yang besar dari sektor ini. Paling tidak ada sekitar 50 juta jiwa yang hidup dari sawit," kata Tofan.
Tofan melanjutkan sampai sekarang kelapa sawit terus mengalami perkembangan dengan berbagai produk turunannya.
Oleh karenanya pemahaman sawit secara turun temurun harus berjalan dengan baik agar perkebunan dan komoditas tersebut tetap menjadi produk unggulan Indonesia.
Dalam acara ini, sebanyak hampir 200 mahasiswa yang berasal dari UGM, UPN Veteran Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Instiper dan kampus lainnya ini turut ambil bagian dalam acara yang diisi dengan talkshow dan games seru ini.
Nantinya peserta juga akan berlomba menampilkan foto terbaik yang akan dinilai dari sosial media Instagram-nya dari setiap kegiatan yang dilakukan dalam acara tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bpdp-edukasi-sawit-bagi-milenial-di-yogyakarta.jpg)