STTN BATAN Yogyakarta Akan Berubah Nama Menjadi Politeknik pada 2020 Mendatang

Persiapan pendirian Politeknik ini sudah dimulai dan terus diupayakan penyelesaian naskah akademik di tahun ini.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Ketua STTN Batan , Edy Giri Rachman Putra (kanan) dan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan (tengah) saat menggelar jumpa pers pada Kamis (29/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) akan mengalami perubahan nama, dari sekolah tinggi menjadi Politeknik pada 2020 mendatang.

Persiapan pendirian Politeknik ini sudah dimulai dan terus diupayakan penyelesaian naskah akademik di tahun ini.

Sehingga pada tahun 2020 saat dimulainya pelaksanaan rencana strategis (Renstra) baru 2020-2024 di BATAN, STTN telah sepenuhnya menjadi Politeknik dengan usulan nama 'Politeknik Nuklir Indonesia'.

Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, mengungkapkan perubahan sekolah tinggi menjadi Politeknik ini tidak semata-mata hanya perubahan nama.

"Namun esensinya adalah perubahan pengelolaan penyelenggaraan pendidikan tinggi beserta kurikulumnya," ujarnya pada Kamis (29/8/2018).

Sebagai politeknik maka mahasiswa akan lebih didorong pada kurikulum teaching industry yang menguatkan mahasiswa untuk melakukan magang, kerja industri serta pelatihan kompetensi.

"Dengan demikian, lulusannya nanti merupakan SDM nuklir yang terdidik, terlatih dan tersertifikasi,” katanya.

Lanjutnya, STTN menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang teknologi nuklir dengan SDM nuklir yang terdidik, terlatih dan tersertifikasi kompetensi khusus serta siap bekerja.

Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas lulusannya guna menjawab berbagai tuntutan terhadap kebutuhan SDM nuklir yang memiliki keahlian dan pengalaman yang dapat dihandalkan.

Pada kesempatan ini, STTN BATAN mewisuda 118 mahasiswa yang terdiri dari 32 wisudawan program studi Teknokimia Nuklir, 42 wisudawan program studi Elektronika Instrumentasi dan 44 wisudawan program studi Elektro Mekanika yang digelar di Auditorium STTN, Yogyakarta.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, berpesan agar lulusan STTN harus menjadi SDM nuklir yang unggul dan siap menghadapi tantangan di dunia pekerjaan.

"Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, lulusan STTN harus menjadi SDM yang unggul dan kompeten di bidang iptek nuklir,” ujar Anhar. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved