Yogyakarta
Dorong Santri Punya Skill, Pondok IT dan MHS Resmikan Gedung Learning Center Al Masyhur
Pondok IT bekerjasama dengan Yayasan MHS meresmikan Gedung Pondok IT dan Learning Center Al Masyhur di daerah Komplek MHS Sembungan Bangunjiwo Kasihan
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pondok IT bekerjasama dengan Yayasan MHS meresmikan Gedung Pondok IT dan Learning Center Al Masyhur di daerah Komplek MHS Sembungan Bangunjiwo Kasihan Bantul, Selasa (27/8/2019) sore.
Rully Indrawan Founder Pondok IT menerangkan kerjasama kedua lembaga swadaya ini merupakan upaya mendorong lulusan pondok pesantren agar memiliki skill yang dibutuhkan dunia kerja khususnya yang bergerak di bidang IT (Informasi dan Teknologi)
"Jadi nanti para santri tak hanya belajar agama tapi mereka juga akan diajari kemampuan IT seperti Pemrograman, Multimedia, Imers dan Cyber," katanya saat ditemui dilokasi.
Kejasama ini juga dilatari keprihatinan masih melekatnya stigma bahwa lulusan pondok pesantren atau santri selalui tertinggal dalam hal pendidikan dan kesulitan mencari kerja, kedua lembaga ini akhirnya berusaha mewujudkan dalam bentuk pondok pesantren berbasis IT.
Tujuannya tak lain agar nanti para santri mampu memperoleh keterampilan sehingga menjadi bekal menghadapi dunia kerja.
"Tentu harapannya agar mereka (santri) bisa memiliki kemampuan yang setidaknya bisa menghidupi mereka dan ditopang dengan akhlak yang baik karena mereka juga kita ajarkan agama," tandasnya.
Nantinya dalam pelaksanaannya, pendidikan non formal berbasis pondok pesantren ini akan menerima santri-santri yang memang benar-benar berniat belajar IT dan agama sekaligus.
"Selama pendidikan gratis yang penting mereka benar-benar niat belajar agama dan IT," tambahnya.
Untuk mengikuti program pondok ini, Pondok IT akan melakukan seleksi terhadap calon santrinya. Salah satu syaratnya yakni berusia 18 hingga 23 tahun dan benar-benar niat mencari ilmu agama dan IT.
Soal mentor, Rully menjelaskan nantinya tak hanya mentor lokal yang akan memberikan ilmunya kepada santri tapi juga mereka mentro internasional dan memang profesional dibidangnya.
"Mereka akan belajar dengan mentor yang memang profesional baik lokal maupun internasional," tandasnya.
Sementara itu Dewi Binti Samiun perwakilan MHS mengatakan nantinya gedung ini akan mampu menampung lebih kurang 200-300 santri sekaligus.
Ia berharap nanti para santri dapat belajar dengan nyaman dan representatif untuk mendukung mereka mendapatkan kemampuan untuk melakukan bekal menghadapi dunia kerja.
"Untuk sementara kita masih membuka untuk yang putra dulu karena kan basis kita kemampuan jadi kita dorong yang putra agar mereka bisa menghidupi keluarganya dengan kemampuan yang diberikan ini," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perwakilan-mhs-keluarga-samiun-pondok-it-dan-para-santri-saat-berfoto.jpg)