7 WNI ABK Kapal Taiwan Hilang Saat Badai di Samudera Pasifik, Kapal Lain Temukan Puing-puing

Tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi ABK (anak buah kapal) penangkap ikan Taiwan dilaporkan hilang di Samudera Pasifik.

Editor: Mona Kriesdinar
Google Maps | Tribun Jogja
Perkiraan lokasi hilangnya berdasarkan posisi terakhir kapal Taiwan 

7 WNI ABK Kapal Taiwan Hilang Saat Badai di Samudera Pasifik, Kapal Lain Temukan Puing-puing

TRIBUNJOGJA.COM - Tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi ABK (anak buah kapal) penangkap ikan Taiwan dilaporkan hilang di Samudera Pasifik.

Dikutip dari Focus Taiwan, kapal pencari ikan tempat mereka bekerja diduga terkena badai karena tidak bisa dihubungi lagi sejak 18 Agustus.

Pemilik yang identitasnya dirahasiakan menyatakan kapalnya yang bernama lambung Jin Long Tai No 6 dioperasikan seorang kapten asal Taiwan.

Kapal Jin Long Tai No 6 yang diawaki 7 ABK asal Indonesia dan seorang warga China serta bernakhodakan kapten asal Taiwan hilang disapu badai di Samudera Pasifik
Kapal Jin Long Tai No 6 yang diawaki 7 ABK asal Indonesia dan seorang warga China serta bernakhodakan kapten asal Taiwan hilang disapu badai di Samudera Pasifik (FISHERIES AGENCY)

Kapal ini juga diawaki delapan ABK, terdiri atas satu warga China dan tujuh WNI.

Dari penelusuran Tribunjateng.com, dua WNI di antaranya berasal dari Pemalang, Jawa Tengah.

Keduanya warga Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang.

Masing-masing bernama Khusni Mubarok dan Slamet Riyadi.

Orangtua Khusni sudah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

"Saya dapat kabar tersebut pada hari Jumat, 23 Agustus, sekitar jam 3 sore dari teman Khusni. Dapat informasi tersebut saya kaget. Tidak percaya, apakah benar itu kapal anak saya yang hilang atau bukan," kata Alwi kepada Tribunjateng.com di rumahnya, Senin (26/8/2019).

Ada titik terang ketika Badan Perikanan (FA) Taiwan menyatakan puing-puing kapal terlihat enam mil laut dari lokasi terakhir kapal Jin Long Tai No 6 diketahui.

Jin Long Tai No 6 bertolak meninggalkan pelabuhan nelayan Nanfangao, Taiwan, pada 6 Juli.

Pelabuhan Nanfangao, Taiwan

Posisi terakhirnya tercatat sekitar 2.600 mil laut timur laut Taiwan sekitar 4815 kilometer atau sekitar 700 mil laut barat laut dari Midway Atoll, Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat, pada 18 Agustus.

Pemilik kapal di Su'ao, Taiwan, menyatakan terakhir kali berhubungan dengan kapalnya sekitar pukul 16.00 hari itu.

Perkiraan lokasi hilangnya berdasarkan posisi terakhir kapal Taiwan
Perkiraan lokasi hilangnya berdasarkan posisi terakhir kapal Taiwan (Google Maps | Tribun Jogja)

Dia tidak mendengar kabar dari nakhoda sejak saat itu meski terus berusaha menghubungi melalui telepon satelit.

FA menyebut transmisi data sistem pemantauan kapal (VMS) kapal dan sistem identifikasi otomatis (AIS) dari Jin Long Tai 6 hilang sekitar waktu yang sama.

Kapal itu merupakan kapal khusus pencari tuna dengan panjang 25,7 meter berbobot 86,73 metrik ton.

Setelah kapal ini hilang, Taiwan meminta bantuan Amerika Serikat dan Jepang untuk membantu menemukannya.

Jumat (23/8), hari di mana orangtua Khusni Mubarok menerima kabar buruk, sebuah lembaga kelautan AS melaporkan kapal kontainer Jepang melihat puing-puing kapal nelayan hanya enam mil laut dari tempat Jin Long Tai 6 hilang.

FA kemudian meminta beberapa kapal penangkap ikan Taiwan yang berada di dekat lokasi itu untuk merapat.

Mereka diminta membantu mengonfirmasi identitas kapal yang sudah menjadi puing-puing.

Hasil penyelidikan masih belum diumumkan secara resmi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved