LIPSUS: Yogya Siap Layani Mobil-Motor Listrik, Kini Tersedia 39 SPLU
Bagi pemilik mobil listrik bakal mendapat fasilitas diskon seratus persen alias gratis penambahan daya listrik di rumahnya.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM - Bagi pemilik mobil listrik bakal mendapat fasilitas diskon seratus persen alias gratis penambahan daya listrik di rumahnya.
Sedang untuk warga yang mampu membuktikan kepemilikan sepeda motor listrik, akan mendapat potongan 75 persen untuk penambahan daya.
Demikian disampaikan Manager PLN Yogyakarta, Eric Rossi Priyo Nugroho dalam pameran di ajang Tribun Jogja 17-an Luwak White Koffie Pemkab Gunungkidul di Alun-alun Wonosari, Gunungkidul, Minggu (25/8).
"Sekarang ini listrik tidak bisa terlepas dari kebutuhan hidup mulai dari memasak dengan kompor induksi, termasuk motor listrik dan pompa listrik. Kita mengenalkan motor listrik karena motor listrik ini tanpa emisi," katanya.
Kemarin, PLN Yogyakarta memboyong motor listrik. Warga yang hadir digelaran acara itu bisa langsung menjajal.
Tribun Jogja berkesempatan menjajal.
Motornya terasa ringan, dan mudah dioperasikan. Sistem pengereman pun mudah. Sekali charge bisa digunakan untuk delapan jam.
"Kalau ada yang memiliki mobil listrik PLN akan memberikan diskon sebesar 100% alias gratis untuk penambahan daya. Baik itu digunakan untuk menambah daya rumahnya atau kantor," kata Eric.
Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.
Di Yogya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah membangun puluhan stasiun penyedia listrik umum (SPLU) yang bisa digunakan oleh masyarakat.
Eric menjelaskan, sudah 39 SPLU tersebar di Bantul, Sedayu, Sleman, Wonosari, Kota Yogya dan lainnya.
“Di Jalan Mangkubumi (Margo Utomo), Jalan Diponegoro, Alun-alun Wonosari, di UGM sudah ada SPLU. Selama ini sementara dimanfaatkan para pedagang kaki lima,” ungkap Eric.
Lebih lanjut disampaikan Eric, pada prinsipnya, Yogya siap melayani motor dan mobil listrik.
“Tetapi socket charger masih standard 1 phase dengan colokan ganda. Memang nantinya perlu menyesuaikan dengan merk mobil yang type socketnya berbeda-beda,” jelasnya.
Metodenya pun yang tersedia saat ini masih normal charging yang membutuhkan 6-8jam pengisian dari nol sampai dengan penuh.
“Jika fast charging atau rapid charging yang bisa hanya 30 menit sampai dengan 3 jam, perlu ditambahkan interface lagi,” tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pimred-tribunjogja-ribut-raharjo-mencoba-motor-listrik-yang-dibawa-pln.jpg)