Kondisi Penerjun Jogja Air Show 2019 yang Jatuh di Laguna Depok Dikabarkan Baik

Sebelumnya dikabarkan empat orang penerjun diketahui mendarat di Laguna Depok Bantul

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja /Ahmad Syarifudin
Proses Evakuasi Penerjun Payung yang mendarat di Laguna Depok. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ketua Pelaksana Jogja Air Show 2019, Kolonel (Pnb) Feri Yunaldi, mengatakan ada 10 penerjun payung yang tidak bisa mendarat di dropspot karena terkendala angin kencang.

Mereka terbawa angin hingga ke barat pantai Depok.

Sebelumnya dikabarkan empat orang penerjun diketahui mendarat di Laguna Depok.

Satu di antaranya, bernama Ramli bahkan terpaksa harus dievakuasi menggunakan ambulans karena nyaris tenggelam.

Kendati demikian, Feri memastikan semua sudah tertangani dan dalam kondisi baik.

"Kondisinya, Alhamdulillah laporan dari staf kami di lapangan kondisinya baik, dan siap untuk penerjunan berikutnya," katanya, ditemui dilokasi, Sabtu (24/8/2019).

BREAKING NEWS :Terhempas Angin Kencang, Penerjun Jogja Air Show 2019 Mendarat di Laguna Pantai Depok

Feri yang juga merupakan Kadisops Landasan Udara Adisutjipto itu menerangkan tipikal angin di pinggir pantai Selatan memang cukup kencang.

Sehingga sejumlah penerjun mengalami kesulitan ketika hendak mendarat di dropspot yang telah diplanning sebelumnya.

"Ada 10 penerjun kebawa sampai ke barat," kata dia.

Diketahui, sejumlah penerjun payung dalam gelaran hari pertama Jogja Air Show 2019 di Bantul diwarnai insiden menegangkan.

Mereka terhempas angin kencang hingga tidak bisa landing didropspot yang ditentukan.

Sebagian, akhirnya mendarat di Laguna pantai Depok.

Cerita Agustinus, Selamatkan Penerjun Payung Jogja Air Show 2019 yang Jatuh di Laguna Depok

Pantauan di lokasi, ada tiga yang terjun bebas langsung masuk ke dalam air dan satu penerjun mendarat di pinggiran Laguna.

Sementara, penerjun lainnya terpantau ada juga yang terbawa angin sampai ke barat.

"Kendala utama angin sangat kencang. Payung diturunkan tetapi mundur, tidak bisa maju. Angin kencang, sehingga (diudara) kami tidak bisa apa-apa. Tidak bisa ke kanan, tidak bisa kekiri. Mundur terus," kata Brigadir Nugroho, salah satu penerjun payung yang jatuh di Laguna Depok.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved