Kebun Bibit Senopati Jadi Rujukan Insan Pariwisata Indonesia

Kebun Bibit Senopati (KBS) yang ada di Kota Magelang menjadi rujukan pegiat pariwisata dari Jawa, Sumatera, dan NTB

Kebun Bibit Senopati Jadi Rujukan Insan Pariwisata Indonesia
Istimewa
Kunjungan insan Pariwisata Indonesia (IPI) se-Jawa dan perwakilan IPI Kepulauan Riau serta Nusa Tenggara Barat (NTB) datang dan belajar di Kebun Bibit Senopati, Kota Magelang. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kebun Bibit Senopati (KBS) yang ada di Kota Magelang menjadi rujukan pegiat pariwisata dari Jawa, Sumatera, dan NTB untuk membuat wisata serupa.

KBS ini bukan hanya sekadar kebun bibit, tetapi penataan yang indah dan tanaman yang beragam membikin KBS menarik minat masyarakat dan wisatawan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko melalui Kasi Prasarana dan Sarana Pertanian, Yhan Noercahyo Wibowo mengatakan, KBS dikunjungi oleh berbagai kalangan sebagai rujukan belajar.

Seperti beberapa waktu lalu, sebanyak 90 Insan Pariwisata Indonesia (IPI) se-Jawa dan perwakilan IPI Kepulauan Riau serta Nusa Tenggara Barat (NTB) datang dan belajar di KBS.

"Kemarin ada 90 orang berkunjung ke KBS. Mereka berkeliling kebun yang ditanami beragam jenis bunga, belajar dan melihat pembudidayaan berbagai macam anggrek di KBS," kata Yhan, Jumat (23/8/2019).

Harga Anjlok, Petani di Bantul Bagikan Bawang Merah Secara Gratis

Terpengaruh Miras, Pemuda di Magelang Bacok Pacar Pakai Pedang, Beruntung Korban Bisa Menghindar

Lanjutnya, pihaknya pun menyambut baik kunjungan dari para pegiat pariwisata ini.

Menurutnya, KBS memang menarik untuk dikunjungi. KBS tidak hanya untuk budidaya tanaman hias saja, tapi menjelma menjadi destinasi pariwisata baru yang menarik minat pengunjung untuk datang.

Ia mengatakan luas KBS sekitar 3.950 meter persegi semula hanya memiliki dua bangunan green house untuk ruang produksi/budidaya tanaman hias.

Secara perlahan wisata ini terus dikembangkan. Hingga sekarang sudah ada 300 jenis tanaman dari berbagai ketinggian tersebut, seperti red salvia, sakurajawa, anggrek, bougenvil, dan lainnya.

"Pelan-pelan mulai melebarkan fungsi dan manfaatnya untuk melayani masyarakat yang ingin belajar budidaya tanaman hias. Wisatawan yang datang tidak hanya untuk belajar tanaman hias, tapi juga ada yang sekadar berswafoto," tuturnya. (Tribunjogja I Rendika Ferri Kurniawan)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved