Pendidikan

Terkait Dugaan Penyensoran Majalah Balairung, Humas UGM : Masih Dipelajari

Rektorat UGM diduga melakukan penyensoran terhadap majalah yang dikeluarkan oleh BPPM Balairung UGM edisi 55/TH.XXXIV/2019.

Terkait Dugaan Penyensoran Majalah Balairung, Humas UGM : Masih Dipelajari
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani 

TRIBUNJOGJA.COM - Pihak Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga melakukan penyensoran terhadap majalah yang dikeluarkan oleh Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM edisi 55/TH.XXXIV/2019.

Dugaan penyensoran tersebut membuat sejumlah isi dari majalah mengalami perubahan, diantaranya judul, dua laporan utama, halaman pertama serta satu dari beberapa rubrik yang dianggap provokatif.

Perubahan-perubahan tersebut membuat BPPM Balairung harus dicetak ulang sebanyak 4.000 eksemplar dan mengalami keterlambatan terbit.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Berkenaan dengan hal tersebut Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengungkapkan jika dugaan tersebut hanya masalah komunikasi saja.

Iva menuturkan jika pihaknya tidak akan melakukan intervensi maupun pelarangan terhadap terbitan majalah Balairung.

Menurut Iva, Balairung merupakan organisasi resmi, yang mana dia berhak untuk melakukan peredaran majalah.

"Sedang dipelajari, kesalahan komunikasinya di sebelah mana. Kita memang masih dalam fokus pengkajian. Tidak ada pelarangan. Kalau Balairung itu kan memang tempat mahasiswa belajar jadi jurnalis sejati," ungkapnya.

Sampai dengan saat ini masalah tersebut sedang dipelajari, baik dari Direktorat Kemahasiswaan, Pembina maupun BPPM Balairung itu sendiri.

Mahasiswa Sebarkan Foto dan Video Vulgar, Begini Respon UGM

"Pertemuan sudah, tapi masih berlangsung sekali. Antara Pembina, Dikmawa dan Balairung. Kemarin sempat ngobrol dengan pembina, harus ketemu klop," ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya konten yang dianggap provokatif, Iva menerangkan jika pihaknya belum bisa berkomentar.

"Perubahan konten saya yang termasuk provokatif saya belum bisa berkomentar. Tapi secara umum tidak ada intervensi. Masalah komunikasi saja," terangnya.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, pihak Balairung juga masih enggan berkomentar.

"Saya belum bisa komentar lebih lanjut, mohon maaf. Tentang hal itu saya belum komentar apa-apa. (Sudah ketemu pihak rektorat) saya juga belum bisa berkomentar, ada pertimbangan juga," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved