Seppuku, Ritual Mengerikan untuk Menjaga Kehormatan Samurai
Para samurai Jepang akan melakukan ritual seppuku demi menjaga kehormatan mereka. Ritual dilakukan dengan cara merobek perut
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Untuk menjaga kehormatannya, para samurai Jepang akan melakukan ritual mengerikan yang bernama seppuku. Ini adalah salah satu cara mengakhiri hidup terhormat dengan cara merobek perut hingga meninggal. Seppuku menjadi salah satu kode kehormatan samurai.
TRIBUNJOGJA.COM - Tradisi samurai Jepang yang bernama Seppuku ini merupakan salah satu cara paling mengerikan dan paling menyakitkan untuk mengakhiri hidup.
Cara ini melibatkan proses ritual yang sangat tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh orang bermental baja dan memiliki komitmen tinggi terhadap kode kehormatan seorang samurai.
Seppuku pada dasarnya dilakukan dengan cara merobek perut dengan gerakan mengiris dari kiri ke kanan menggunakan katana. Lalu mengeluarkan isi perutnya.
Setelah isi perutnya keluar, ia akan menengadahkan kepala sebagai isyarat agar kepalanya segera dipengggal. Seorang pendamping ritual seppuku kemudian bakal memenggalnya.
Apa itu seppuku?
Secara harfiah diartikan 'potong perut'. Sementara di luar Jepang ritual ini lebih dikenal dengan istilah harakiri.
Dunia barat mengenal harakiri sejak orang bangsa Eropa yang tinggal di Jepang menjadi saksi mata peristiwa seppuku yang terjadi pada era restorasi meiji tahun 1868.
Baca:
Saat Kapten Berdarah Samurai Bertekuk Lutut Tangisi Kejatuhan Suribachi
Kapal Perang AS Ini Akhirnya Ditemukan Setelah Tenggelam 75 Tahun Lalu Akibat Torpedo Jepang
Deopokhari, Ritual Mengerikan Saat Kambing Diperebutkan Ditarik Ramai-ramai Sampai Mati Perlahan
Pada 1873, istilah harakiri masuk dalam kamus ensiklopedia Larousse.
Secara sederhana, harakiri merupakan istilah yang digunakan dalam percakapan sehari - hari. Sementara seppuku merupakan bahasa tulis untuk menjelaskan aktivitas yang sama.
Ini merupakan bentuk bunuh diri yang dulunya hanya dilakukan oleh samurai Jepang dengan maksud untuk memulihkan nama baik setelah gagal menjalankan tugas. Atau sebagai jalan untuk mati secara terhormat daripada mati di tangan musuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ritual-seppuku-samurai-jepang_1_20180410_064928.jpg)