Gunungkidul

Muncul Semburan Air Bersih, Wakil Bupati Gunungkidul Perintahkan Lakukan Penelitian

Awalnya semburan air bersih diperkirakan hanya bersifat sementara, namun setelah mendengar laporan dari kepala desa pihaknya bergerak cepat.

Muncul Semburan Air Bersih, Wakil Bupati Gunungkidul Perintahkan Lakukan Penelitian
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Suyadi (berkaus biru) bersama warga memanfaatkan air bersih yang tiba-tiba keluar dari ladang tandus di Widoro Lor, Desa Bendung, Semin, Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (21/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Menanggapi munculnya semburan air bersih di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi segera perintahkan jajarannya untuk segera melakukan penelitian.

Awalnya dirinya hanya mengira semburan air bersih tersebut hanya bersifat sementara, namun setelah mendengar laporan dari kepala desa pihaknya akan segera bergerak cepat.

"Tentu saja ini berkah dari Allah, semoga air bersih yang menyembur keluar tidak bersifat sementara," imbuhnya saat ditemui Tribunjogja.com seusai menjenguk Bupati Gunungkidul, Rabu (21/8/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Saya akan meminta pak Sekda untuk segera mengirim tim sesegera mungkin. Insyaallah air keluar secara permanen," ucapnya.

Ia khawatir jika penelitian tidak segera dilakukan fenomena air menyembur ini dapat segera hilang.

Jika hal tersebut terjadi maka akan kesulitan untuk dilakukan penelitian.

"Kalau hilang akan sulit sekali mencari atau menaikkan air kembali. Hal ini juga harus dipahami juga dalam religius kita, ini merupakan anugerah sari Allah untuk masyarakat," ucapnya.

Disdikpora Gunungkidul Akan Terapkan Tanda Tangan Digital

Sebelumnya, air menyembur deras dari lahan pertanian milik Suyadi, warga Dusun Garotan, Desa Bendung, Kecamatan Ngawen sejak Hari Senin lalu, dan hingga Hari Rabu (21/8/2019).

Suyadi menjelaskan awalnya ia hanya menginginkan sebuah sumur bor, sudah sejak dua tahun lalu dirinya menginginkan sumur bor tersebut.

"Saat itu tukang berhenti dan akan melanjutkan kembali pada keesokan harinya, tetapi tiba-tiba air menyembur ke permukaan. Kedalaman sumur berkisar 60 meter," katanya.

Ia menyampaikan warga dapat memenfaatkan air yang keluar dari sumurnya untuk keperluan pertanian maupun untuk keperluan sehari-hari. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved