Setelah Demam, Rizki Kerap Tarik Paksa Ular dan Kodok Lalu Menggigitnya Sampai Mati

Perilaku aneh Rizki terjadi setelah ia menderita demam tinggi hingga kejang di usia 6 tahun, ia kerap menggigit ular dan kodok sampai mati

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Kelakuan aneh bocah Cianjur Rizki Maulana Yusuf (11), Warga Kampung Condre RT 02/06, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, ia sering kejang-kejang karena sakit panas. Dia suka mencari kodok dan ular. 

"Kalau menangkap kodok ia suka mendengarkan suaranya, setelah tidak bersuara kodok itu digigit, hingga kodok itu tak bersuara, setelah tak bersuara ia ketawa, dan setelah kodok itu mati ia membuangya, begitupun pada binatang-binatang lainya seperti ular, anak ayam dan anak kucing," katanya.

Keluar dari SLB

Kelakuan aneh bocah Cianjur Rizki Maulana Yusuf (11), Warga Kampung Condre RT 02/06, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, ia sering kejang-kejang karena sakit panas. Dia suka mencari kodok dan ular.
Kelakuan aneh bocah Cianjur Rizki Maulana Yusuf (11), Warga Kampung Condre RT 02/06, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, ia sering kejang-kejang karena sakit panas. Dia suka mencari kodok dan ular. (Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin)

Kepala Desa Babakansari, H Junaedi mengakui bahwa Rizki mengalami gangguan mental.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah desa pernah memasukan ia ke untuk sekolah di SLB, namun itu tak berjalan mulus.

Di tengah perjalanan, orang tuanya memutuskan Rizki berhenti sekolah.

"Kebetulan di Desa Babakansarj ada yayasan, dan di dalamnya ada SLB, saya tak tau apa alasan orang tua Rizki malah memberhentikan anaknya sekolah," katanya.

Camat Sukaluyu, Supiandi, mengaku telah mengetahui bahwa ada seorang anak di Desa Babakansari yang gemar menggigit hewan termasuk ular berbisa.

Ia mengetahui hal tersebut setelah mendapat laporan dari kepala desa setempat.

"Anak ini memang memiliki keterbelakangan mental, bahkan kata ibunya sendiri anak ini suka katak dan ini kami sangat prihatin," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengagendakan dengan organisasi masyarakat yang kebetulan mempunyai akses untuk melakukan pengobatan terhadap Rizki.

"Insya Allah kami akan memfasilitasi supaya anak itu bisa direhabilitasi hingga bisa sembuh normal seperti anak seusianya," katanya.

Merasa bersalah pada tetangga

Cucu sering merasa bersalah kepada para tetangganya. Terutama mereka yang sering kehilangan kucing, anak ayam, dan anak bebek.

Di kampungnya Rizki sering menangkap anak ayam, kucing, dan anak bebek, jika tak menemukan kodok dan ular.

"Saya sering merasa bersalah jika ada tetangga yang datang bertanya apakah menemukan kucing, anak bebek, atau anak ayam mereka, karena kerap sekali anak saya menangkap hewan piaraan juga untuk ditarik-tarik hingga mati," kata Cucu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved