Nasional

Menkominfo RI Minta Jangan Sebarkan Informasi yang Tidak Benar

Ketika seseorang tersebut ikut memanas-manasi situasi dan menyebarkan informasi yang tidak benar, maka akan berurusan dengan hukum.

Menkominfo RI Minta Jangan Sebarkan Informasi yang Tidak Benar
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara 

TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara meminta kepada semua pihak jangan menyebarkan isu-isu yang tidak benar berkaitan dengan situasi yang terjadi di beberapa daerah berkaitan dengan mahasiswa Papua.

Ketika seseorang tersebut ikut memanas-manasi situasi dan menyebarkan informasi yang tidak benar, maka akan berurusan dengan hukum.

"Kepada siapapun teman netizen jangan ikut memanasi, apalagi memicu, mem-forward Informasi yang berseliweran bahkan banyak yang tidak benar. Sekarang teman-teman polisi sedang memproses, saya ajak jangan sembarangan, apalagi ikut memanas-manasi," ujarnya saat ditemui Tribunjogja.com usai mengisi Studium General penerimaan mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (19/8/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Berkaitan dengan beredarnya sejumlah foto maupun video di sejumlah media sosial mengenai adanya mahasiswa Papua yang meninggal akibat dipukuli, hal tersebut tidaklah benar.

Sampai dengan saat ini pihak kepolisian sedang mendalami mengenai penyebar foto maupun video tersebut.

"Saya barusan juga telah koordinasi dengan teman-teman Polri, karena ada infomasi mahasiswa yang meninggal gara-gara dipikul oleh aparat TNI/Polri, foto ini adalah korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal di TKP di Jalan Trikora, tepatnya di TK Paud di Distrik Jayapura Utara, jadi ini bukan yang digebukin meninggal di Surabaya," terangnya.

Rudiantara mengatakan, pihaknya bisa saja melakukan take down maupun pembatasan akses terhadap akun-akun dari media sosial maupun situs kalau memang dinilai tidak benar isinya.

Menkominfo RI Imbau Masyarakat Bijak dalam Bermedia Sosial

Selain itu, saat ini pihak kepolisian sedang memproses ke jalur hukum pihak yang membuat situasi menjadi panas.

"Untuk pembatasan fitur belum sampai kesana. Saya berkoordinasi dengan teman polisi. Insyaallah teman-teman polisi bisa menanganinya. Kita juga harus dukung teman-teman Polri. Kemudian saya ajak semua teman media untuk mendinginkan dengan mengajak jangan menyebarkan itu. Kalau menyebarkan tidak benar nanti urusannya dengan hukum. Bukan menakut-nakuti, kita juga tidak ingin melakukan ini," terangnya.

Lebih lanjut Rudiantara menerangkan, perbedaan yang ada di Indonesia merupakan suatu bentuk keindahan.

Pemerintah pun dalam melayani masyarakat dimana pun berada tidak akan membeda-bedakan.

"Tadi baru saya bicara, kita membangun tidak hanya Jawa-sentris, Sumatera-sentris, kita Indonesia-sentris, dimanapun. Kita tahu tadi bahwa yang paling besar di Papua, jadi mahal ya mahal, lama ya lama, tapi melayani masyarakat dimana pun di Indonesia tidak boleh dibeda-bedakan," katanya (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved