Sleman

Penghijauan Kawasan Candi Prambanan Bukan Hanya Seremonial

Penanaman pohon bukan hanya sebagai seremonial saja melainkan bentuk komitmen perusahaan khususnya BUMN mewujudkan lingkungan yang nyaman.

Penghijauan Kawasan Candi Prambanan Bukan Hanya Seremonial
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Sejumlah jajaran manajemen lima BUMN saat mengikuti Jalan Sehat 5KM di Lapangan Garuda Mandala Kompleks Candi Prambanan, Minggu (18/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ada yang berbeda dalam perayaan puncak Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 yang dilaksanakan di Kawasan Candi Prambanan, Minggu (18/8/2019)

Lima BUMN yang terdiri dari PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Primissima dan PT Bahana menggelar penanaman pohon di kawasan wisata Candi Prambanan.

Secara simbolis penanaman pohon pun dilakukan oleh masing-masing perwakilan manajemen BUMN yang hadir.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Direktur Utama PT TWC Edi Setijono menjelaskan penanaman ini bukan hanya sebagai seremonial saja melainkan bentuk komitmen perusahaan khususnya BUMN mewujudkan lingkungan yang nyaman dimulai dari wilayah terkecil.

"Penghijauan di kawasan Prambanan ini menjadi langkah yang positif untuk melestarikan tanaman dan menyegarkan kawasan Prambanan dan lingkungannya," beber Edi saat ditemui Tribunjogja.com sebelum acara Jalan Sehat 5KM yang digelar di Lapangan Garuda Mandala Kompleks Candi Prambanan.

Edi menilai, meski saat ini lingkungan wisata yang ia kelola cukup rindang dan memiliki vegetasi tumbuhan yang cukup banyak namun menurutnya langkah penanaman pohon ini tak berhenti sebatas menambah tanaman satu atau dua melainkan melahirkan kebiasaan untuk mulai peduli terhadap lingkungan.

Daftar Agenda Wisata di Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Hingga Akhir Tahun

"Sekarang ini memang pergantian cuaca membuat kita harus lebih perhatian pada lingkungan, kemarau panjang membutuhkan sumber air lebih banyak, hal itu bisa dihasilkan jika tanahnya subur dan banyak tanaman," katanya.

Dalam musim kemarau ini, Edi tak menampik pihaknya harus ekstra keras menjaga kondisi tanaman agar tetap hijau dan asri dengan menjaga pasokan air.

Cuaca yang panas membuat tanaman mudah rusak dan mati apalagi kawasan wisata banyak dilalui oleh wisatawan.

Pihaknya melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi tanaman tetap bagus dan nyaman untuk wisatawan dengan memanfaatkan sumber air sungai.

Jamnas di Prambanan, Komunitas Fortuner Gandeng BNN Perangi Narkoba

"Kemarau panjang ini memang membutuhkan sumber air lebih banyak, kita juga melakukan beberapa langkah salah satunya pembuatan sumur di beberapa lingkungan yang kering memasuki musim kemarau. Menjaga lahan seluas 75 hektar ini memang tak mudah, kita perlu jaga terutama rumputnya yang mudah rusak tapi semua menjadi perhatian kami," tambahnya.

Edi melanjutkan, penghijauan di kawasan Candi memang menjadi satu langkah penting untuk menjaga iklim tak hanya lokal tapi juga global.

"Kita upayakan penanaman pohon baru sehingga kerapatan pohon (di Candi Prambanan) semakin terjaga, lebih bagus dan yang lebih penting, langkah ini jadi upaya menjaga iklim lokal sehingga tetap teduh kalau tanaman tak terawat bisa panas kawasan ini," sebutnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved