Jawa

98 ASN di Kota Magelang Terima Satya Lancana Karya Satya dari Presiden

Tanda kehormatan ini diberikan sebagai penghargaan bagi mereka yang telah puluhan tahun mengabdi kepada negara.

98 ASN di Kota Magelang Terima Satya Lancana Karya Satya dari Presiden
istimewa
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, menyematkan tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Magelang pada upacara peringatan HUT ke-74 RI di Lapangan Rindam IV/Diponegoro Magelang, Sabtu (17/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Tanda kehormatan dari Presiden RI, Joko Widodo, Satya Lancana Karya Satya, diberikan kepada 98 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Magelang.

Tanda kehormatan ini diberikan sebagai penghargaan bagi mereka yang telah puluhan tahun mengabdi kepada negara.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, menyematkan tanda kehormatan tersebut secara langsung kepada para ASN pada Upacara Peringatan HUT RI ke-74 di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang, Sabtu (17/8/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Tanda kehormatan ini untuk ASN yang telah berbakti selama 10, 20, atau 30 tahun.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melalui sambutan yang dibacakan oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, meminta masyarakat tak lagi mempermasalahkan suku, ras dan agama pada pahlawan terdahulu.

Bahkan Gusdur, pada suatu ketika pernah berkata, orang tak akan bertanya apa agama dan suku mereka, ketika mereka berbuat baik.

"Gus Dur pernah berkata, orang tak akan bertanya apa agama dan suku mereka, ketika berbuat baik. Setelah kemerdekaan ini, seharusnya tidak ada lagi yang membedakan suku, agama ataupun ras lagi. Founding Father bangsa kita telah memberikan contoh lewat laku mereka," ujar Ganjar, Sabtu (17/8/2019).

Dikatakannya, masyarakat Indonesia telah mewarisi semangat para pahlawan, meski ada yang masih memupuk borok di dada.

Anggaran Pilkada 2020 Kota Magelang Disetujui di Angka Rp 7,05 Miliar

Sebagian dari mereka saling menghina, bahkan ada yang nekat ingin mengganti Pancasila.

Halaman
12
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved