Otomotif
Yamaha DT 100 Enduro, Trabasan Lawas Masih Primadona
Bermodal 5 percepatan, motor Yamaha DT100 Enduro ini mampu menjawab tantangan membawa beban di medan berat.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Motor trail terus mendapat tempat di hati para pecinta otomotif tanah air.
Deretan motor trail lawas juga masih menjadi buruan para pehobi motor trail hingga para kolektor motor klasik.
Sebut saja ada Kawasaki KX 100, Suzuki TS100, Honda XL100 hingga Yamaha DT 100.
Motor yang terakhir disebut adalah salah satu yang kerap terlihat mengaspal di jalanan kota Yogyakarta.
Yamaha DT 100 masih menjadi satu primadona motor trail lawas di kelasnya.
Motor ini beredar di era tahun 70 hingga 80 and di Indonesia.
• Ribuan Motor Antik Bakal Geruduk Djogjantique Day 2019 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta
Nandar, salah satu pecinta motor trail lawas menjelaskan, sejak masuk Indonesia tahun 70 an, motor trail ini langsung menjadi primadona saat itu.
Selain bentuknya yang gagah, motor ini juga relevan dengan kondisi jalanan pada saat itu.
"Motor Yaman DT100 ini makin populer ketika mulai muncul di beberapa film layar lebar kala itu. Bisa dibilang jadi ikon motor trail yang memang tangguh di segala medan ini," kata Nandar.
Nandar sendiri pernah merasakan asiknya merawat dan mengendarai motor Yamaha DT100 pabrikan tahun 1978.
Motor ini dibekali mesin berkapasitas 100 CC.
Untuk ukuran motor trail saat ini memang dirasa kurang bertenaga.
Namun jangan salah, dengan didukung mesin overbore dan karburator mikuni,mampu menghasilkan tenaga hingga 7500 rpm.
Bermodal 5 percepatan, motor Yamaha DT100 Enduro ini mampu menjawab tantangan membawa beban di medan berat.
• Deretan Motor Tunggangan Mas Pur Tukang Ojek Pengkolan yang Taklukkan Hati Dwinda Ratna
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penampakan-yamaha-dt-100.jpg)