HUT RI
Kumpulan Kutipan Kata-kata Soekarno untuk Membakar Semangat Nasionalisme
Melalui kata-kata inspiratif yang memberi motivasi dan mengingatkan masyarakat untuk terus berjuang demi negara.
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
Kumpulan Kutipan Kata-kata Soekarno untuk Membakar Semangat Nasionalisme
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri
TRIBUNJOGJA.COM - 17 Agustus 1945 merupakan momen bersejarah bagi Republik Indonesia yang genap berusia 74 tahun tahun ini.
Momen kemerdekaan ini biasanya diisi dengan upacara bendera, ziarah ke taman makam pahlawan dan melakukan tirakat untuk mengenang kembali jasa para pahlawan.
Selain itu perlombaan 17 Agustus hadir untuk memeriahkan bulan kemerdekaan atau yang biasa disebut Agustusan.
Momen bersejarah ini juga membagikan semangat nasionalisme dan bela negara.
Masyarakat Indonesia kerap membagikan ucapan positif di hari kemerdekaan. Melalui kata-kata inspiratif yang memberi motivasi dan mengingatkan masyarakat untuk terus berjuang demi negara.
Berikut ucapan inspiratif dari Ir Soekarno, yang bisa dibagikan untuk menyebar nasionalisme dan semangat juang para pahlawan. Dikutip dari berbagai sumber :
1. "Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati'!"
2. "Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah."
3. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.”
4. "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."
5. “Nasionalis yang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa tjinta akan manusia dan kemanusiaan”Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
6. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"
7. “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”
8. “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sejarah-pengawal-bung-karno-soekarno-di-yogyakarta_20180305_073000.jpg)