Sleman

Anyaman Daun Kelapa Jadi Pembungkus Daging, Bupati Sleman Puji Warga Jerukan

Bupati Sleman Sri Purnomo turut hadir dalam serah terima sapi kurban untuk warga Dusun Jerukan, Sumberarum, Moyudan pada Rabu (14/08/2019).

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) memegang Sarangan, wadah yang terbuat dari anyaman daun kelapa hasil karya warga Jerukan, Sumberarum, Moyudan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman Sri Purnomo turut hadir dalam serah terima sapi kurban untuk warga Dusun Jerukan, Sumberarum, Moyudan pada Rabu (14/08/2019).

Ia pun berada di lokasi hingga proses penyembelihan usai.

Saat makan siang di Mesjid Shiratul Jannah Jerukan, ada satu hal yang menarik perhatian Sri Purnomo.

Benda itu berupa wadah anyaman daun kelapa.

Baznas Sleman Sumbangkan 25 Hewan Kurban ke 6 Kecamatan

"Ini namanya Sarangan, jaman dulu kalau ada lendir hantarannya menggunakan ini sebagai pembungkus," tutur Sri Purnomo pada Tribunjogja.com.

Usut punya usut, ternyata Sarangan itu disediakan sebagai pembungkus daging kurban hasil sumbangan Baznas Sleman.

Puluhan wadah tradisional tersebut dianyam sendiri oleh warga sekitar.

Sri Purnomo sempat memperagakan bagaimana Sarangan digunakan.

Wadah tersebut ternyata cukup ergonomis.

Sebab bisa membungkus secara optimal dan bisa dibawa dengan satu tangan, lantaran bisa diikat.

Orang nomor satu di Sleman ini pun memuji kreativitas dan inisiatif warga Jerukan.

Sebab dengan demikian mereka tidak lagi menggunakan kresek plastik sebagai pembungkus.

Komunitas Eksplorasa Nusantara Kirim Daging ke Palestina Lewat Gerakan Masak Daging Kurban

"Ini lebih ramah lingkungan, setelah digunakan bisa dimanfaatkan untuk hal lain atau terurai alami dengan sendirinya. Warga sudah memberikan contoh yang bagus," kata Sri Purnomo.

Ia juga sempat mengingatkan warga Jerukan agar tidak membuang jeroan hewan kurban secara sembarangan atau mencucinya di aliran sungai.

Sebab masih ditemukan warga yang melakukan tindakan tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman beberapa waktu lalu.

"Cuci jeroan dengan air kapur sehingga lebih bersih. Setelahnya bisa dijadikan bahan pupuk organik," pesan Sri Purnomo.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved