Sleman
Jadi Saksi Pembangunan Indonesia, Tabrani Jalani Usia Senja dengan Rasa Syukur
Sebagai orang tua yang banyak makan asam garam, ia pun berpesan pada generasi muda saat ini agar tetap memperjuangkan kemerdekaan yang diraih.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rambutnya yang memutih terlihat di sela-sela kopiahnya.
Kulitnya pun tampak keriput dimakan usia.
Namun tubuhnya masih berdiri tegak dan tegap, memperlihatkan sisa-sisa kewibawaan yang pernah diembannya di masa lalu.
Adalah Tabrani Ahmad, pria berusia 71 tahun yang merupakan pensiunan Polri.
Selasa (13/08/2019) pagi, ia jadi salah satu undangan acara Ramah-tamah bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka HUT RI Ke-74.
Saat ditemui, ia sedang duduk sembari berbincang dengan rekan sebayanya.
Menunggu panggilan antrian layanan kesehatan gratis yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman.
"Ini saya menunggu kacamata jadi. Setelahnya mengantre untuk kontrol kesehatan," ujar Tabrani kepada Tribunjogja.com.
• Wakil Bupati Sleman Sebut Sumbangsih Veteran Pejuang Masih Dibutuhkan
Meski usianya sudah lebih dari separuh abad, Tabrani masih aktif di berbagai organisasi.
Ia juga rajin memenuhi undangan Ramah-tamah yang digelar tiap bulan Agustus itu.
Pria yang saat ini tinggal sendiri sejak ditinggal mendiang istrinya dua tahun lalu tersebut senang bisa mendapatkan layanan tersebut.
"Tiap tahun ya seperti ini. Lumayan lah saya dapat pelayanan gratis," kata pria asli Palembang ini sambil terkekeh.
Sembari menunggu, Tabrani menceritakan kisah hidupnya.
Lahir pada 31 Maret 1950 di Palembang, ia mulai berkarier di Polri pada 1971.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tabrani-ahmad-kiri-saat-sedang-berbincang-dengan-rekan-sebayanya.jpg)