Supermassive Black Hole! Lubang Hitam Ini Sangat Besar, Ukurannya 40 Miliar Kali Matahari
Lubang hitam ini memiliki massa 40 miliar kali matahari dan diduga merupakan lubang hitam supermasif terbesar di alam semesta lokal
Supermassive Black Hole! Lubang Hitam Ini Sangat Besar, Ukurannya 40 Miliar Kali Matahari
TRIBUNJOGJA.COM - Sekelompok peneliti dari Max Planck Institute for Extraterrestial Physics menemukan lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti.
Lubang hitam ini ditemukan setelah mereka melakukan pengamatan terhadap gugusan galaksi bernama Holm 15A.
Adapun lubang hitam yang berjarak sekitar 700 juta tahun cahaya dari Bumi, ini ditemukan ini memiliki ukuran supermasif.
• Lubang Hitam Langka Dikabarkan Berhasil Ditemukan oleh Astronom Jepang
Lubang hitam ini memiliki massa 40 miliar kali matahari dan diduga merupakan lubang hitam supermasif terbesar di alam semesta lokal, wilayah yang membentang dalam radius sekitar satu miliar tahun cahaya.
Sebagai perbandingan, Sagitarius A*, lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti saja berukuran 4,6 juta kali massa Matahari.
• Para Ahli Menangkap Gambar Fenomena Semburan Lubang Hitam yang Menelan Bintang
Studi yang dipimpin oleh Kianusch Mehrgan ini menggunakan Very Large Telescope (VLT) milik Observatorium Selatan Eropa.
"Ini adalah pengamatan lubang hitam yang luas biasa dan menjadi yang paling masif yang pernah ditemukan," kata Profesor Andrew Coates, dari University College London, yang tak terlibat dalam penelitian ini.
• Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Supermasif yang Tumbuh dengan Sangat Cepat
Namun, apa yang menyebabkan lubang hitam tersebut tumbuh begitu besar?
Untuk saat ini, para peneliti belum mengetahui jawabannya.
Mereka pun bermaksud untuk terus mempelajarinya dengan melakukan pemodelan yang lebih kompleks dan terperinci. Penelitian ini dalam proses penerbitan di The Astrophysical Journal.
Lubang hitam yang menari hingga kiamat
Sementara itu, ilmuwan beberapa waktu lalu menemukan dua lubang hitam yang 'menari'.
Lubang hitam ini berjarak 750 juta tahun cahaya dari bumi dan sangat besar. Ukurannya 15 miliar kali massa matahari.
Dengan ukuran yang begitu besar, dua lubang hitam itu mengelilingi satu sama lain dalam waktu yang sangat panjang dari sudut pandang manusia, 20.000 - 30.000 tahun.
Untuk menemukan gerakan dua lubang hitam itu, ilmuwan menggunakan Very Long Baseline Array yang terdiri dari 10 teleskop radio di Amerika Serikat.
Baca:
Gundukan Tanah Ini Bukan Kuburan Tapi Tempat Persembunyian Jika Terjadi Kiamat
Prediksi Stephen Hawking Tentang Kiamat dan Permintaan Agar Manusia Pindah ke Bulan dan Mars
Menyeramkan Jika Bumi Tersedot ke Lubang Hitam
Pengamatan dilakukan bertahun-tahun sehingga ilmuwan pada akhirnya bisa mendapatkan citra pergerakan dari sinyal radio yang ditangkap.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal minggu ini mengungkap, dua lubang hitam yang diamati positif mengelilingi satu sama lain.
"Sementara riset tambahan dibutuhkan untuk mengonfirmasi dan memperoleh orbit yang presisi, hasil riset ini menunjukkan lubang hitam biner pertama," tulis peneliti dalam publikasinya.
Greg Taylor dari University of Mexico mengatakan, "Untuk waktu yang lama, kami melihat angkasa dan mencoba mencari sepasang lubang hitam supermasif yang mengorbit sebagai hasil dari persatuan dua galaksi."
“Mekipun kita berterori bahwa itu bisa terjadi, tetapi tidak ada yang pernah melihat hal itu hingga kini,” imbuhnya.
Taylor dan rekannya berencana terus mengobservasi dua lubang hitam ini hingga mengetahui orbitnya dengan pasti.
Kapan kira-kira dua lubang hitam itu akan menyatu? Peneliti mengatakan, persatuan dua lubang hitam itu takkan terjadi.
Menurut pengukuran, dua lubang hitam itu berdansa dan mendekat dengan sangat pelan sedemikian sehingga keduanya takkan bersatu hingga akhir waktu.
Saat "kiamat" alam semesta terjadi triliunan tahun ke depan, dua lubang hitam itu masih akan tetap dalam posisi mengelilingi satu sama lain.
Taylor mengatakan, temuan ini dapat digunakan oleh para ilmuwan untuk memahami lebih baik apa yang terjadi sebelum lubang hitam bergabung dan bagaimana galaksi berkembang.
“Lubang hitam supermasif punya banyak pengaruh pada bintang-bintang di sekitarnya, pertumbuhan dan evolusi galaksi. Memahaminya dan apa yang terjadi ketika mereka bergabung penting untuk memahami alam semesta," kata Taylor.
Rafael Alves Batista dari Departement of the University of Oxford juga menilai bahwa penemuan ini menjadi penting karena akan menambah pemahaman tentang galaksi.
Ia menambahkan, karakter unik dua lubang hitam yang ditemukan kali ini pun menjadikan temuan penting. "Biasanya lubang hitam itu bersatu atau tak berdekatan satu sama lain sama sekali," katanya.
Fakta bahwa dua lubang hitam yang ditemukan berdekatan namun tak pernah bersatu hingga akhir waktu itu menarik.
==
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lubang Hitam Supermasif Berukuran 40 Miliar Kali Matahari Ditemukan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lubang-hitam-black-hole_20180304_132009.jpg)