Sains

Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Supermasif yang Tumbuh dengan Sangat Cepat

Bila berada di pusat galaksi Bima Sakti, maka kehidupan di Bumi diperkirakan akan punah.

Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
Dailymail
Pusat galaksi Bima Sakti 

TRIBUNJOGJA.COM - Astronom di Australia menemukan lubang hitam supermasif, yang tumbuh paling cepat dari yang pernah ditemukan.

Bila berada di pusat galaksi Bima Sakti, maka kehidupan di Bumi diperkirakan akan punah.

Seperti TribunJogja.com kutip dari Daily Mail, lubang hitam supermasif itu itu melahap massa yang setara dengan matahari galaksi kita, setiap dua hari sekali.

Benda tersebut juga tumbuh besar dengan sangat cepat, sehingga membuatnya paling terang dibandingkan yang lain.

Para peneliti mengamati lubang itu menggunakan teleskop SkyMapper di ANU Siding Spring Observatory.

"Lubang hitam berkembang sangat cepat sehingga bersinar ribuan kali lebih terang daripada seluruh galaksi, karena semua gas yang disedot setiap hari yang menyebabkan banyak gesekan dan panas," jelas Dr Wolf, peneliti dari ANU Research School of Astronomi dan Astrofisika.

Setelah mendeteksi keberadaan lubang hitam itu, para peneliti melanjutkan pengamatam mereka dengan data dari satelit Gaia.

Mereka lalu mengukuhkannya sebagai lubang hitam supermasif menggunakan spektrograf pada teleskop ANU 2,3 meter.

Proses pengamatan itu memakan waktu selama beberapa bulan.

''Satelit Gaia Badan Antariksa Eropa, yang mengukur gerakan kecil benda-benda langit, membantu kami menemukan lubang hitam supermasif ini," ujar Wolf.

Menurutnya, lubang hitam itu akan 10 kali lebih terang dari bulan purnama bila duduk di pusat galaksi Bima Sakti.

Bintang-bintang yang ada di sekitarnya juga bisa terancam, karena kekuatan gravitasinya yang kuat.

Lubang hitam itu diperkirakan berukuran sekitar 20 miliar matahari.

Dilihat menggunakan teleskop SkyMapper, sinar ultraviolet dan sinar-X terpancar dari sistem tersebut.

"Sekali lagi, jika monster ini berada di pusat Milky Way, itu akan membuat kehidupan di Bumi menjadi tidak mungkin karena sejumlah besar sinar-X yang memancar darinya," tegasnya.

Para peneliti belum tahu bagaimana lubang besar itu bisa tumbuh dengan cepat.

Kemungkinan, pertumbuhannya sangat cepat pada awal-awal terciptanya alam semesta tercipta.

"Para ilmuwan dapat melihat bayangan benda-benda di depan lubang hitam supermasif," lanjut Wolf.

Akibat pertumbuhannya yang masif, kabut-kabut di sekitarnya bisa menguap, karena adanya proses ionisasi gas. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved