ACT DIY dan Pemkab Gunungkidul Terjunkan 12 Truk Tangki Air Bersih untuk Tanggulangi Kekeringan
Kegiatan droping air bersih yang berjalan sejak bulan Juni lalu ini merupakan droping air yang ke-15.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Semakin meluasnya dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul, membuat Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespon lebih masif dengan menerjunkan 12 armada truk tangki untuk membantu warga Gunungkidul.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, BPBD Gunungkidul serta mitra donatur yang telah ikut serta dalam program Humanity Mobile Water Tank yaitu Universitas Islam Indonesia (UII), Kitabisa.com, Lazis Perkasa.
Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto, menyampaikan kegiatan droping air bersih yang berjalan sejak bulan Juni lalu ini merupakan droping air yang ke-15.
“Harapannya program ini bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat Gunungkidul, sekaligus ini sebagai peresmian program humanity mobile water tank” ujar Bagus dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, mengapreasiasi langkah ACT yang turut peduli atas bencana kekeringan di Gunungkidul.
Ia menyebutkan, saat ini yang terpapar kekeringan ada di 14 kecamatan dan sekitar 134 ribu jiwa terdampak.
"Kita coba optimalkan PDAM tetapi belum bisa terpenuhi karena geografis Gunungkidul yang tidak memungkinkan, saya ucapkan terima kasih kepada ACT, atas segala perhatian dan dukungan kepada masyarakat Gunungkidul mudah-mudahan dapat mengurangi penderitaan masyarakat kita” terangnya.
Sebanyak 12 truk tangki langsung melakukan droping air bersih di Kecamatan Nglipar, Patuk, Gedangsari, Semin, Ngawen, Karangmojo, Ponjong, Tepus, Rongkop, Tanjungsari serta Semanu.
Bagus mengatakan, program droping air bersih bukan merupakan solusi bagi masalah kekeringan tahunan yang melanda Gunungkidul.
“Droping air bersih adalah bentuk respon darurat kita untuk menyediakan air bagi masyarakat, tentunya kita tidak tinggal diam ketika melihat ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air atau terpaksa menjual hasil ternak hanya untuk membeli air untuk kebutuhan sehari hari," katanya.
Selain program droping air bersih, secara perlahan ACT melalui brand Global Wakaf juga membangun belasan sumur wakaf di Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air setiap tahunnya.
"Hingga saat ini sumur wakaf yang sudah terbangun di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya sudah 18 titik, dan akan terus dibangun dua sumur per bulan dengan biaya 50 Juta per sumur, kedalaman antara 50-100 meter serta lengkap beserta instalasinya," jelasnya. (*)