Yogyakkarta

Antisipasi Kelangkaan Gas Elpiji, Hiswana Migas Tambah Pasokan

Selama bulan Agustus 2019, Hiswana Migas DIY telah menggelontorkan tambahan Gas Elpiji sebanyak 7,58%.

Antisipasi Kelangkaan Gas Elpiji, Hiswana Migas Tambah Pasokan
TRIBUNJOGJA.COM
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk mengantisipasi adanya kelangkaan Gas Elpiji bersubsidi ukuran 3 kg di DIY, selama bulan Agustus 2019, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) telah menggelontorkan tambahan Gas Elpiji sebanyak 7,58%.

Siswanto, Ketua Hiswana Migas DIY menjelaskan, dengan adanya tambahan tersebut, total Gas Elpiji di DIY selama bulan Agustus berkisar 235.000 tabung.

Menurutnya, untuk daerah yang penambahan paling banyak ada di Bantul, dan diikuti oleh daerah lain, seperti Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman dan Kota Yogyakarta berkisar 2-3,4%.

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

"Bantul memang sejak Juli sudah bertambah sekitar 20.000 tabung, Gunungkidul 12.800 tabung, diikuti Kulonprogo, Sleman, dan Kota Yogyakarta sekitar 2-2,5% lah," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Menurutnya, adanya tambahan tersebut lantaran ada dua hajatan besar yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus ini, yakni Bersih Desa dan Iduladha, yang mana kedua hajatan ini cukup banyak memerlukan Gas Elpiji.

"Ada dua even jadi satu, maka kebutuhan Elpiji sekarang ini agak meningkat untuk 3 kg. Kalau yang tidak bersubsidi tidak ada masalah, berapa pun permintaan disediakan, karena tidak bersubsidi," ungkapnya.

Antisipasi Kelangkaan, Hiswana Migas Yogyakarta Telah Gelontorkan Tambahan 10% Gas Elpiji

Siswanto menghimbau agar bagi masyarakat yang cukup mampu diharapkan tidak menggunakan Gas Elpiji bersubsidi, lantaran Gas Elpiji bersubsidi 3 kg benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Dia juga berharap dengan adanya tambahan Gas Elpiji, bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan Agustus ini.

"Tentunya dengan adanya penambahan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Kalau seandainya masyarakat dirasa masih kurang ada alternatifnya, yang bright gas. Selain itu, diharapkan bagi masyarakat yang tidak mampu langsung ambil ke pangkalan, dengan harga yang sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) lainnya," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved