Bisnis

Pertamina Optimalkan Distribusi LPG 3kg di DIY Jelang Idul Adha

Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga distribusi LPG di DI. Yogyakarta, khususnya menjelang Hari Idul Adha.

Pertamina Optimalkan Distribusi LPG 3kg di DIY Jelang Idul Adha
istimewa
Pertamina MOR IV Jateng DIY selama masa menjelang Hari Raya Idul Adha telah menyiapkan tambahan LPG 3Kg hingga 7.58 % atau setara dengan 235 ribuan tabung khusus di bulan agustus ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga distribusi LPG di DI. Yogyakarta, khususnya menjelang Hari Idul Adha.

Komitmen itu dilakukan dengan memberikan extra dropping/tambahan fakultatif sebanyak 10% atau setara dengan  82,840 tabung selama Bulan Agustus 2019.

Hal tersebut juga sekaligus untuk membantah pernyataan Kepala Seksi Distribusi dan Harga Bahan Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Kab. Bantul beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa komoditas gas melon yang sulit didapatkan.

Ia menyampaikan informasi bahwa stok gas melon terbilang sedikit setelah dilakukan pengecekan ke beberapa agen dan pengecer di wilayah Bantul.

Pertamina MOR IV Dorong Pelaku Kuliner Beralih ke Bright Gas

"Dapat kami sampaikan, bahwa pernyataan Kepala Seksi Distribusi dan Harga Bahan Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Kab. Bantul adalah tidak tepat.  Rata-rata bulanan distribusi LPG 3Kg ke Kab Bantul tidak kurang dari 800 ribuan tabung. Sejak Juli 2019 kami sudah menambahkan sebanyak 20.000 tabung dan khusus pada Agustus 2019 kami siapkan penambahan atau extra droping  penyaluran LPG 3Kg di Kab. Bantul sebanyak 82.840 tabung atau 10% lebih banyak dari rata-rata bulanan normalnya. " jelas Andar Titi Lestari, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV.

Sehingga sudah dipastikan bahwa Pertamina tidak pernah melakukan pengurangan penyaluran.

Sesuai dengan UU No 26 Tahun 2009 tentang LPG 3kg, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari Agen hingga Pangkalan.

Artinya titik point terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer.

Disampaikan, bahwa pengecer tidak berada dalam pengawasan Pertamina, sehingga Pertamina tidak dapat memberikan sanksi ke pihak pengecer.

Akan berbeda jika ditemukan pangkalan yang melakukan kecurangan seperti menaikan harga Harga Eceran Tertinggi (HET), menjual ke industri, atau menjual ke pengecer dalam jumlah banyak.

"Kami akan berikan sanksi dan paling tinggi sanksi yang diberikan adalah Pemutusan Hubungan Usaha (PHU)," ungkap Andar.

Pertamina Dukung Uji Coba B30

Pertamina MOR IV Jateng DIY selama masa menjelang Hari Raya Idul Adha telah menyiapkan tambahan hingga 7.58 % atau setara dengan 235 ribuan tabung khusus di bulan agustus ini.

Dimana rata2 bulanan DIY sebesar 3.1 juta tabung perbulan.

"Setiap bulan rata-rata penyaluran LPG 3Kg untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah sebanyak 3,1 juta tabung dan akan kami siapkan tambahan fakultatif sesuai dengan kebutuhan," tutup Andar.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved