Bisnis

Pertamina MOR IV Dorong Pelaku Kuliner Beralih ke Bright Gas

PT Pertamina MOR IV DIY dan Surakarta mendorong pelaku usaha dan UMKM untuk mulai beralih menggunakan LPG non subsidi.

Pertamina MOR IV Dorong Pelaku Kuliner Beralih ke Bright Gas
TRIBUNJOGJA.COM/ Yosef Leon
Manajemen Pertamina MOR IV DIY dan Surakarta bersama perwakilan Bakmi Mbah Gito usai peresmian program bright food, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - PT Pertamina MOR IV DIY dan Surakarta mendorong pelaku usaha dan UMKM untuk mulai beralih menggunakan LPG non subsidi.

Langkah ini dinilai tepat untuk membantu pemerintah dalam mengalokasikan sasaran kebijakan LPG subsidi yang sedianya dikhususkan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha yang beromzet di bawah Rp300 juta per tahun.

Kepala Cabang Pertamina MOR IV DIY dan Surakarta, Teuku Johan Miftah mengatakan, pertumbuhan penggunaan LPG non subsidi seperti bright gas di kalangan pelaku usaha terus menunjukkan korelasi yang cukup positif.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Namun demikian, proporsi antara penggunaan LPG non subsidi masih cukup kentara dan diperlukan kesadaran dari pelaku usaha yang sudah termasuk dalam kategori mikro untuk mulai beralih.

"Kita akan terus upayakan sosialisasi. Jadi bagi para pelaku usaha yang masuk dalam kategori di atas Rp800 ribu per hari atau Rp300 juta per tahun seharusnya tidak lagi menggunakan LPG subsidi," terang Johan pada Tribunjogja.com, Selasa (18/6/2019).

Dijelaskannya, dalam satu bulan jumlah konsumsi LPG non subsidi di DIY bisa mencapai angka 500 ribu tabung atau senilai 16% dibanding LPG subsidi yang mencapai angka 130 ribu tabung per hari.

Jumlah tersebut merupakan penggunaan yang tertinggi secara nasional dibandingkan dengan wilayah lain.

Upaya untuk mendorong peningkatan dan peralihan penggunaan LPG non subsidi bagi pelaku usaha terkhusus kuliner, dilakukan Pertamina MOR IV DIY dan Surakarta lewat program bright food.

Persediaan Tabung Gas LPG 3 Kg untuk Yogyakarta Naik 10 Persen pada 2019

Pada program tersebut, pihaknya akan mengapresiasi pelaku usaha kuliner dengan mempromosikan dan mengangkat usaha tersebut.

"Kita punya satu media atau alat untuk mempromosikan tempat kuliner yang sudah konsisten menggunakan bright gas. Sehingga eksposnya bisa lebih luas dan ke berbagai jaringan yang kita miliki," tambah Johan.

Pelaku usaha kuliner yang berkesempatan menjalin kerjasama dengan pihaknya akan dilabeli papan penanda bright food dan sejumlah pegawai akan menggunakan seragam yang terdapat label yang sama.

Sebagai usaha awal, PT Pertamina MOR IV DIY dan Surakarta menggandeng Bakmi Mbah Gito.

Perwakilan Bakmie Mbah Gito, Arif mengutarakan, pihaknya mengapresiasi program Pertamina yang peduli terhadap upaya pengembangan kuliner nusantara.

"Harapan kami layanan ini bisa semakin mempermudah sumber energi untuk kelangsungan usaha," ucap Arif. (*).

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved