Pendidikan

FKH UGM Siap Bangun Pusat Riset One Health Berstandar Internasional

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM akan membangun pusat riset dan pendidikan one health berstandar Internasional melalui pengembangan rumah sakit pen

FKH UGM Siap Bangun Pusat Riset One Health Berstandar Internasional
istimewa
Seminar “Membangun dan Mengimplementasikan Konsep One Health di Lingkungan Kampus dan Masyarakat” yang diselenggarakan FKH UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM akan membangun pusat riset dan pendidikan one health berstandar Internasional melalui pengembangan rumah sakit pendidikan untuk hewan besar dan kecil serta teaching farm terpadu.

Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Isrina Oktavia Salasia mengatakan infrastruktur tersebut sangat diperlukan sebagai respon terhadap tuntutan peningkatan kompetensi dokter hewan yang harus sesuai dengan perkembangan global.

“Peningkatan kualitas infrastruktur riset tersebut juga merupakan catatan akreditasi internasional ASIIN tahun 2019 yang harus ditindak lanjuti. Selain lahan yang telah tersedia, pembangunan infrastruktur yang direncanakan tersebut telah disetujui di tingkat Universitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (7/8/2019).

FKH UGM Kirim 350 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D mengatakan keberadaan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) dan Laboratorium Diagnostik tersebut penting dalam proses pendidikan dan pelayanan bidang kesehatan hewan.

Selain itu juga dapat berkontribusi pada penyelenggaraan Academic Health System (AHS) yang saat ini telah bergulir melibatkanKementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kesehatan.

“Keberadaan Rumah Sakit Hewan Pendidikan dapat berperan dalam Academic Health System (AHS),” kata  Ali Gufron.

Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM Dr. Widagdo Sri Nugroho mengatakan Konsep “one health” merupakan upaya kolaboratif transdisipliner dengan melibatkan kajian lintas sektoral antara kesehatan manusia, hewan dan ekosistem termasuk di dalamnya satwa liar.

Sebab perkembangan epidemi Flu Burung, Ebola dan Zika menunjukkan dengan jelas adanya kaitan yang erat konsep kesehatan yang tidak bisa dipisahkan antara manusia, hewan dan lingkungan.

“Pemahaman secara komprehensif tentang perubahan terbaru atas dinamika infeksi dan persebarannya sangat diperlukan untuk analisa risiko infeksi selanjutnya,” katanya.

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

Salah satu aspek terpenting dalam mengontrol agen penyakit manusia, hewan dan lingkungan adalah pengembangan manajemen risiko berbasis pendekatan sains yang memadai dengan dukungan politik dan regulasi yang jelas.

Sistem surveilance yang cukup harus meliputi jejaring laboratorium yang kuat dengan fasilitas infrastruktur dan sumberdaya yang mendukung.

Sistem tersebut akan memperkuat dari dasar, nasional, regional dan global konsep penanganan penyakit yang holistik.

“Pengembangan infrastruktur one health di dalam kampus saya kira sangat penting dilakukan segera,” terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved