ASKI DIY Upayakan Penyeragaman Teknik
Melalui UKT kali ini, penyeragaman teknik bisa tercapai, sehingga estafet regulasi, serta regenerasi atlet bisa berlangsung apik.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Untuk kedua kalinya di sepanjang tahun 2019 ini, Akademi Seni Bela Diri Karate Indonesia (ASKI) DIY menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), yang dilangsungkan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul, Minggu (4/8/2019) sore.
Ketua Tim Penguji ASKI DIY, Irwansyah Ginting berujar, UKT kali ini adalah yang ke dua, dalam periode 2019, setelah sebelumnya bergulir pada bulan April silam.
Menurutnya, beberapa atlet unggulan turut ambil bagian dalam agenda empat bulanan ini.
Ya, sebut saja Rasya Raihaan dari nomor kata dan kumite -35 kg putra, Nindya Kirana (kata dan kumite +30 kg putri), Nathaniel Abimanyu (kata dan kumite+ 50kg putra), kemudian Benedicta Rieda Larasati di kategori kata beregu dan kumite -48 kg putri.
"Mereka masuk program unggulan jangka panjang dari FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Bantul yang diproyeksikan untuk O2SN, SD dan SMP tingkat Nasional di Semarang akhir Agustus nanti," katanya.
Melalui UKT ini, Irwansyah menandaskan, pihaknya ingin melihat sejauh mana perkembangan dojo yang terdapat di seluruh Yogyakarta, baik secara kuantitas, maupun kualitas.
Termasuk, perkembangan deretan atletnya, yang diharapkan terus meningkat.
"UKT ini kan memang untuk pembinaan ke dalam ya. Hari ini, kita amati belum merata soal penyeragaman teknik. Jadi, artinya, walaupun kemarin sudah digelar coaching untuk pelatih, semua masih membutuhkan proses panjang," tandasnya.
Ia pun mengungkapkan, UKT bulan Agustus diikuti oleh lebih kurang 170 peserta, yang berasal dari kota, atau kabupaten di seluruh DIY, kecuali Gunungkidul, yang memilih menggelar ujian sendiri.
Sebagian besar, karateka berkisar dari usia 8, sampai 15 tahun.
"Ya, secara umum kebanyakan di SD dan SMP. Tapi, memang ada beberapa yang SMA, bahkan dewasa juga ada, meski presentasenya kecil," cetusnya.
Lebih lanjut, Irwansyah berharap, melalui UKT kali ini, penyeragaman teknik bisa tercapai, sehingga estafet regulasi, serta regenerasi atlet bisa berlangsung apik.
Untuk jangka pendek, dirinya ingin prestasi DIY di sejumlah ajang mampu semakin konsisten.
"Apalagi, bulan Agustus ini kita sangat padat. Selain O2SN, minggu depan itu ada Kejurda FORKI, kemudian awal September nanti ada Popnas dan Pra-PON. Jadi, kualitas harus dipertahankan, sehingga kita sanggup survive dalam prestasi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-ukt-aski-diy.jpg)