Bisnis

AP I Sambut Baik Kebijakan Tiket yang Lebih Menguntungkan

Menurut Pandu, jika harga tiket bisa diturunkan bukan hanya di hari tertentu, hal tersebut justru menguntungkan bagi Bandara.

AP I Sambut Baik Kebijakan Tiket yang Lebih Menguntungkan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
General Manager PT Angkasa Pura 1 Yogyakarta Agus Pandu Purnama 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengenai rencana penghapusan kebijakan penyediaan tiket pesawat murah di hari Selasa, Kamis dan Sabtu dan akan menggantinya dengan kebijakan lain yang tidak akan memberatkan maskapai.

General Manager Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama menyambut baik hal tersebut.

Menurutnya, adanya kebijakan baru tidaklah masalah, sepanjang sesuai dengan hitungan maskapai.

Tiket Murah Mulai Diterapkan, Berikut Rute Maskapai Citilink

Menurut Pandu, jika harga tiket bisa diturunkan bukan hanya di hari tertentu, hal tersebut justru menguntungkan bagi Bandara.

Pasalnya semakin banyak penumpang yang menggunakan Bandara, maka akan semakin menguntungkan.

"Saya pikir tidak ada masalah sepanjang hitungan dari maskapai sesuai. Kalau bagi saya malah menguntungkan, kalau saya kan dari segi pelayanan. Semakin murah, semakin besar minat untuk masyarakat menggunakan bandara. Kalau saya mainnya di volume, kalau semakin banyak yang menggunakan Bandara, maka saya untung," ungkapnya.

Meski demikian, Pandu menerangkan jika kebijakan harga tiket turun di hari tertentu sebelumnya tidaklah berpengaruh terhadap penumpang yang akan ke DI Yogyakarta.

Dampak Tiket Pesawat Mahal, Wisatawan Asal Luar Jawa ke Sleman Turun

Dari data Minggu (4/8/2019) saja, jumlah penumpang yang ada di Bandara Internasional Adisutjipto sebanyak 20 ribu lebih penumpang, dan untuk di Yogyakarta International Airport sudah mencapai 1.200 penumpang.

Pandu melihat, hal tersebut lebih dikarenakan banyaknya event di Yogyakarta, yang mana mahal ataupun murahnya tiket tidak begitu berpengaruh.

"Tiket hari tertentu di Jogja belum berpengaruh. Kebetulan di tempat kita bagus. Rute tertentu juga bagus, okupansi di atas 70. Jadi tanpa harus diturunkan seluruhnya di Jogja sih rame. Bahkan saya coba rute baru Palangkaraya dan Lombok, okupansi ternyata bagus," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved