Jawa

Situs Baru Candi Mantingan di Magelang Ternyata adalah Candi Petirtaan

Candi Petirtaan ini berfungsi sebagai tempat ziarah atau penyucian diri sebelum memasuki bangunan suci.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah tengah melakukan ekskavasi dan penelitian di situs Candi Petirtaan Mantingan, di Dusun Mantingan, Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jumat (2/8/2019). 

Di situs tersebut, terdapat saluran air masuk atau outlet, dan saluran masuk atau inlet.

Ada juga temuan pecahan kendi yang terbuat dari tanah liat yang diduga digunakan untuk mengambil air di situs petirtaan.

“Keluar dan masuk air lewat saluran air tersebut. Ada jenis-jenis saluran air yang kita temukan seperti itu. Ada saluran air yang masuk dan dikeluarkan lewat pancuran. Dari pancuran itu para peziarah menyucikan diri,” tutur Junawan.

Temuan Baru Candi di Mantingan Pernah Disebut di Dokumen Belanda Tahun 1915

Usia candi petirtaan ini sendiri belum dapat diketahui secara detail.

Tim pun menggunakan pendekatan dengan pertanggalan relative.

Candi petirtaan ini sendiri diperkirakan peninggalan abad ke-8 dan 9 Masehi.

Dari profil candi yang terlihat, bangunan dibangun pada masa klasik pertengahan.

Candi Petirtaan ini sendiri diduga kuat merupakan peninggalan agama Hindu.

Hal ini melihat kebiasaan atau tradisi menyucikan diri atau ziarah ke sumber air sebelum memasuki bangunan suci.

“Dari pertanggalan absolut, kita belum menemukan bukti-buktinya sehingga kita melakukan pendekatan dnegan pertanggalan relative. Profil candinya sesuai dengan pada masa klasik pertengahan, perkiraan angka 800-950 Masehi,” katanya.

Junawan pun mengaitkan temuan baru ini dengan situs purbakala yang ada di sebelah barat, yakni bukit Singa Barong.

Bebatuan Diduga Bagian Bangunan Candi Kuno Ditemukan di Lahan Bekas Sawah di Magelang

Secara lapisan tanah dan geologi pada situs Mantingan, terdapat kemiripan pada situs Singa Barong.

Di bukit Singa Barong sendiri terdapat tatanan batu dan Arca Nandi (hewan sejenis sapi yang menjadi tunggangan Dewa Siwa).

Ia pun memperkirakan ada rekayasa lahan pada pembangunan candi petirtaan ini.

Ada upaya Cutting atau pemotongan pada bukit.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved