Jawa

Sendratari Candrageni Merapi Jadi Pembuka Festival Lembah Merapi 2019

Kini festival yang menyatukan semangat dan energi warga di lereng Gunung Merapi tersebuT digelar kembali tahun 2019 ini.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Festival Lembah Merapi 2019 dibuka dengan penampilan kesenian tradisional asli Kabupaten Magelang, Jumat (2/8) di puncak Gunung Gono, Desa Banyubiru, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Malamnya, sendratari digelar sebagai pembuka salah satu festival yang paling dinanti di Kabupaten Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Setahun sudah Festival Lembah Merapi yang perdana digelar di Gunung Gono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pada tahun 2018.

Kini festival yang menyatukan semangat dan energi warga di lereng Gunung Merapi tersebuT digelar kembali tahun 2019 ini.

Hari ini, Jumat (2/8/2019) menjadi hari pertama, yang akan menuntut ke tiga hari festival yang penuh dengan hiburan, atraksi budaya, pertunjukkan musik, sendratari, kesenian, kuliner, jajanan, cinderamata, dan pemandangan alam puncak Gunung Gono yang membentang indah, tepat di lembah Gunung Merapi.

Ganjar Serutup Kopi Lanang dan Sarapan Sego Megono di Pasar Tradisional Lembah Merapi

Pertama kali dibuka pada Jumat (2/8/2019), berbagai kesenian tradisional tampil menghibur masyarakat dari pagi hingga malam hari di panggung utama.

Berbagai macam kuliner dan jajanan tradisional tersaji dengan lengkap di Pasar Lembah Merapi.

Masyarakat datang dari dalam dan luar daerah, turut menikmati semaraknya festival ini.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata Disparpora, Zumrotun Rini, mengatakan, Festival Lembah Merapi tahun 2019 ini menjadi festival kedua yang digelar setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2018 di Gunung Gono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Ia mengatakan, festival kali ini berbeda dengan festival sebelumnya. Pasar Tradisi Lembah Merapi dengan berbagai kuliner tradisionalnya akan hadir mengiringi jalannya festival.

Berbagai kesenian, baik pertunjukkan musik, sendratari, seni tradisional juga ditampilkan untuk menghibur para pengunjung.

Berkunjung ke Pasar di Atas Awan Magelang, Pasar Tradisi Lembah Merapi Gunung Gono

"Kalau tahun kemarin, belum ada pasar. Tahun ini berbeda dan pasti lebih meriah karena ada pasar lembah merapi yang sudah dikenal. Masyarakat sekitar Gunung Gono turut berpartisipasi dalam pasar tersebut. Tahun ini akan lebih meriah, terbukti dari hari pertama sudah banyak sekali yang hadir," ujar Zumrotun, Jumat (2/8) di sela-sela festival.

Pada hari pertama Festival Lembah Merapi 2019 dibuka pada Jumat (2/8/2019), dari pukul 08.00-20.00, berbagai kesenian tradisional Kubro Siswo, Topeng Ireng, Bregodo Bathoro, Brodut, Jathilan dari Banyubiru, Muntilan, Mertoyudan dan Borobudur.

Pembukaan sendiri akan dilangsungkan pada malam harinya. Sendratari Candrageni Merapi akan digelar.

Sendratari ini menceritakan kehidupan masyarakat di Lembah Merapi, bagaimana hidup berdampingan Gunung Merapi, meski kadang membawa bencana, tetapi gunung ini juga membawa manfaat kepada masyarakat.

"Sendratari Candrageni Merapi, menceritakan kehidupan masyarakat lembah merapi dengan gunung merapi. Gunung ini kadang membawa bencana, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat," kata Zumrotun.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved